PT PLN (Persero) membentuk divisi khusus untuk mengatasi transisi energi sebagai wujud dari upaya PLN untuk menurunkan emisi karbon di semua lini bisnisnya.
Organisasi khusus itu bernama Divisi Energy Transition and Sustainability. “Unit ini diawasi langsung oleh direksi dan mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan strategi dan melacak pelaksanaan inisiatif transisi energi,” kata Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Yusuf Didi Setiarto dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/11/2022).
Sementara itu, Executive Vice President Energy Transition and Sustainability Kamia Handayani mengatakan untuk mendukung kebijakan strategis tersebut pihaknya turut mengeluarkan BOD Directive.
“Kebijakan internal tersebut terdiri dari enam bidang utama yakni, proyeksi dan inventarisasi emisi gas rumah kaca, aksi mitigasi dan adaptasi, pemanfaatan pembiayaan iklim dan penetapan harga karbon, penyediaan anggaran untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, peningkatan kapasitas, pemantauan dan evaluasi, hingga pengembangan kapasitas pegawai,” jelas Kamia.
Ia menuturkan pihaknya optimistis bisa memanfaatkan peluang transisi energi dengan cara mengembangkan keahlian baru dan kompetensi inti baru.
“PLN juga mengelola risiko transisi energi dan mengintegrasikannya ke dalam manajemen risiko korporat,” jelasnya.
Pihaknya pun telah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kemampuan dan pengembangan peta jalan kapasitas untuk transisi energi. Peta jalan tersebut melibatkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Berkenaan dengan organisasi, tahun ini PLN melakukan transformasi organisasi untuk lebih meningkatkan kapasitas internal kami dalam transisi dan keberlanjutan energi,” jelasnya.
PLN pun akan terus melakukan penguatan kapasitas internal sehingga mampu terus berkolaborasi dan menghadirkan inovasi baru guna memanfaatkan energi bersih serta terjangkau. (jh)


