BusinessUpdate – Bandara Ahmad Yani Semarang melaksanakan inaugural flight pada Jumat (5/9/2025). Layanan penerbangan internasional pertama yang akan dilayani Bandara Ahmad Yani Semarang adalah rute Semarang-Kuala Lumpur dengan maskapai Air Asia.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas penumpang hingga layanan penerbangan. “Kami juga secara sistem sudah berkolaborasi dan bekerja sama juga dengan instansi baik itu dari imigrasi, karantina, dan dari bea cukai. Bagaimana kita menyiapkan semua nanti pelayanan dari ataupun berangkat ke luar negeri,” jelas General Manager Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, Kamis(4/9/2025).
Sebagai rangkaian persiapan, Bandara Ahmad Yani Semarang pada Jumat pagi melakukan dua simulasi sekaligus. Simulasi pertama dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional, mulai kedatangan penumpang, proses imigrasi, sampai pemeriksaan di bea cukai.
Simulasi kedua adalah simulasi inaugural flight untuk memastikan kesiapan penerbangan. Layanan penerbangan internasional pertama yang akan dilayani Bandara Ahmad Yani Semarang adalah rute Semarang-Kuala Lumpur dengan maskapai Air Asia. “Ini tentu suatu momentum yang sangat baik karena memang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” jelas Fajar.
Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia, Ageng Wibowo, menjelaskan bahwa tarif penerbangan rute Semarang-Kuala Lumpur berada di harga Rp799.000, sementara rute sebaliknya adalah RM199 atau sekitar Rp773.000 dengan kurs Rp3.884 untuk satu ringgit Malaysia.
Pembukaan penerbangan internasional perdana di Bandara Jenderal Ahmad Yani itu tak lepas dari dorongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong pembukaan kembali layanan penerbangan internasional yang sempat ditutup pada April 2024 hingga April 2025 lalu.
Dorongan untuk mengembalikan status Bandara Internasional dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan menjalin komunikasi kepada Airnav Cabang Semarang hingga ke Kementerian Perhubungan.
Menurut Ahmad Luthfi, status internasional Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi keharusan. Hal itu menjadi pintu gerbang wisatawan dan berujung pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih baik lagi. (ip/jh. Foto: Dok. Air Asia)


