HomeFINANCEBankBank Nobu Siapkan Strategi untuk Pacu Pembiayaan Perumahan

Bank Nobu Siapkan Strategi untuk Pacu Pembiayaan Perumahan

BusinessUpdate – PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) atau Bank Nobu menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu pembiayaan perumahan, baik di segmen subsidi maupun komersil.

Direktur Utama Bank Nobu, Suhaimin Johan, menjelaskan sebagai bank nasional, Nobu berkomitmen hadir dengan solusi pembiayaan progresif, subsidi FLPP, dan KUR Perumahan.

“Kami percaya, akses pembiayaan yang inklusif akan menggerakkan pasar, memperluas kesempatan usaha, dan pada akhirnya memperkuat perekonomian Indonesia dari akar rumput hingga level nasional,” jelasnya melalui siaran pers, Senin (15/9/2025).

Dalam inovasi pembiayaan perumahan, Bank Nobu memiliki tiga program utama. Pertama, program KPR Progresif sebagai solusi kredit fleksibel untuk masyarakat modern. Kedua, program FLPP Perumahan Subsidi untuk akses hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketiga, program KUR Perumahan, yakni skema pembiayaan cepat, bunga rendah, dan akses luas untuk pengembang, kontraktor, UMKM, dan industri pendukung sektor perumahan.

Program KUR Perumahan bukan hanya membuka akses rumah yang lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan peluang bisnis besar bagi entitas bisnis properti. “Bagi pengembang dan kontraktor, KUR dapat memperluas pasar dengan permintaan stabil dari segmen MBR,” paparnya.

Ia melanjutkan, bagi pemasok material, fasilitas KUR meningkatkan permintaan semen, baja, cat, keramik, pintu, listrik, furnitur, dan logistik. Bagi perbankan dapat memperluas basis nasabah baru dengan risiko terkelola. KUR juga membantu jasa pendukung lain, seperti transportasi, konsultasi, dan teknologi konstruksi dapat ikut berkembang.

Sementara itu, Bank Nobu bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, KADIN Indonesia, REI, serta asosiasi pengembang properti, konstruksi, dan industri bahan bangunan menyelenggarakan Pertemuan & Symposium Perumahan pada Selasa (16/9/2025) di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara.

Acara ini menjadi pertemuan besar yang menghadirkan lebih dari 800 pelaku utama lintas pemangku kepentingan dari sektor perumahan, properti, konstruksi, material bangunan, perbankan, dan jasa terkait.

Kehadiran stakeholder menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjadikan sektor perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional menuju target PDB 8%. (pa/jh)

Must Read