BusinessUpdate – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran KFC Indonesia, mengatakan pihaknya telah mendapatkan dukungan dana melalui aksi korporasi yang dilakukan oleh anak dari Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam melalui PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN).
Direktur Fast Food Indonesia (FAST) Wachjudi Martono mengatakan, saat ini SFN telah menjadi bagian dari pemegang saham (shareholder) di perseroan. Perusahaan ini memiliki sekitar 35% saham dari anak usaha FAST yang bernama PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI).
“FAST punya anak perusahaan yang sedang membangun integrasi peternakan ayam yang berada di Banyuwangi, namanya PT Jagonya Ayam Indonesia,” kata Wachjudi dalam Public Expose, Kamis (2/10/2025).
Sebagai informasi, PT Shankara Fortuna Nusantara yang dikelola putri Haji Isam, Liana Saputri tersebut bergerak di bidang perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan.
Wachjudi menjelaskan, ke depan FAST tidak berencana melakukan aksi korporasi yang bersifat akuisisi. Pihaknya juga mengaku tidak akan melakukan penjualan saham FAST atau anak usahanya. Sebagai perusahaan yang masuk kategori quick service restaurant, FAST akan fokus melakukan ekspansi usaha ke depan.
“Salah satu bisnis modal ke depannya, kami tetap melakukan ekspansi usaha dalam bentuk gerai-gerai baru yang sifatnya relokasi atau menggantikan gerai lama yang sudah tidak berpotensi untuk mendapatkan nilai sales yang baik,” jelasnya.
Adapun, FAST juga terafiliasi dengan Grup Salim yang sempat menyuntikkan dana senilai Rp40 miliar melalui induk usahanya, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET). Suntikan modal Anthoni Salim dilakukan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
FAST menerbitkan sebanyak-banyaknya 533 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham yang nilainya mencapai Rp80 miliar. Lewat aksi korporasi tersebut, kepemilikan DNET atasu FAST naik dari sebelumnya 35,84% menjadi 37,51%.
Sementara itu, pihak lain yang juga turut dalam aksi korporasi ini adalah PT Gelael Pratama dengan jumlah yang sama. Dilihat dari laporan keuangannya, FAST meraih pendapatan Rp2,4 triliun per semester I/2025. Realisasi itu menurun 3,21% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 2,48 triliun.
FAST juga masih membukukan kerugian di sepanjang Januari-Juni 2025 sebesar Rp138,75 miliar, menyusut dari rugi di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp348,83 miliar. (pa/jh. Foto: Dok. KFC Indonesia)


