BusinessUpdate – Kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mencetak rugi bersih sebesar Rp3,17 triliun per September 2025. Realisasi tersebut naik 5,74% dari rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan alias rugi bersih sebesar Rp3 triliun per September 2024.
Berdasarkan laporan keuangan, sepanjang kuartal III/2025 Waskita Karya mencatat pendapatan usaha sebesar Rp5,28 triliun, turun 22,08% dibanding pendapatan periode yang sama di 2024 sebesar Rp6,78 triliun.
Hampir semua segmen pendapatan terkoreksi. Pendapatan jasa konstruksi susut 20,79% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,76 triliun, penjualan precast turun 45,12%yoy menjadi Rp506,58 miliar, pendapatan properti merosot 67,13% yoy menjadi Rp43,88 miliar, penjualan infrastruktur lainnya turun 34,54% yoy menjadi Rp34,03 miliar, pendapatan hotel turun 11,22% yoy menjadi Rp70,92 miliar, dan sewa gedung dan peralatan turun 22,06% yoy menjadi Rp6,64 miliar. Hanya pendapatan dari jalan tol yang naik 2,97% yoy menjadi Rp859,39 miliar.
Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat turun 25,62% yoy menjadi Rp4,30 triliun. Sejumlah komponen terbesar dari beban pokok pendapatan ini adalah jasa konstruksi sebesar Rp3,33 triliun yang turun 25,46% yoy, jalan tol sebesar Rp452,11 miliar atau naik 23,57% yoy, hingga produk beton sebesar Rp404,62 miliar atau turun 45,74% yoy. Alhasil, laba bruto perseroan turun 1,53% yoy dari Rp995,16 miliar menjadi Rp979,97 miliar.
Dari laba bruto tersebut, perusahaan masih harus membayar beban umum dan administrasi sebesar Rp1 triliun, beban non contributing plant Rp19,08 miliar, beban pajak final Rp95,37 miliar, dan beban lain-lain sebesar Rp638,82 miliar
Dengan demikian, meskipun ada pemasukan tambahan dari pendapatan bunga sebesar Rp421,43 miliar dan keuntungan selisih kurs Rp26,93 miliar, Waskita Karya tetap mencatatkan rugi bersih sebelum beban keuangan dan entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp413,26 miliar, berbeda dengan periode sebelumnya yang masih mencatat angka positif, yaitu laba Rp189,85 miliar.
Dari posisi yang sudah negatif tersebut, dengan menambahkan komponen beban keuangan dan rugi bersih asosiasi dan ventura bersama, serta beban pajak penghasilan, maka rugi periode berjalan yang ditanggung perseroan tercatat mencapai Rp3,58 triliun.
Sementara itu, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan atau rugi bersih sepanjang Januari-September 2025 mencapai Rp3,17 triliun, semakin besar dibanding rugi bersih sepanjang kuartal III/2025 yang mencapai Rp3 triliun.
Sedangkan dari sisi neraca keuangan, aset Waskita Karya sepanjang kuartal III tahun ini mencapai Rp71,93 triliun, atau turun 6,78% yoy dibanding Rp77,15 triliun pada periode sebelumnya. Liabilitas perseroan juga tercatat turun 2,49% dari Rp69,27 triliun menjadi Rp67,55 triliun. Sedangkan ekuitas turun 45,75% dari Rp7,88 triliun menjadi Rp4,27 triliun.
WSKT memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp3 triliun di akhir September 2025, naik dari Rp1,36 triliun di periode sama tahun lalu. (pa/jh. Foto: Dok. WSKT)


