BusinessUpdate – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatatkan laba bersih Rp828,9 miliar hingga semester I/2026. Nilai tersebut meningkat 8,7% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih BFI Finance ditopang oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp3,4 triliun pada periode yang sama, atau tumbuh 3,7% secara tahunan. Hingga 30 Juni 2026, BFI Finance juga mencatatkan total aset sebesar Rp25,1 triliun. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) meningkat 3,6% yoy menjadi Rp26,5 triliun.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, di tengah dinamika permintaan dan persaingan industri pembiayaan yang masih berlangsung, perseroan berhasil menjaga fundamental bisnis yang kuat sekaligus mencatatkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Sepanjang semester I/2026, BFI Finance membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp10,7 triliun yang didominasi pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun kredit mobil bekas. Perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio guna memastikan performa yang optimal dan bernilai jangka panjang.
“BFI Finance berfokus pada strategi ketahanan bisnis jangka panjang sembari adaptif terhadap berbagai tantangan perubahan pasar serta melakukan langkah antisipatif dalam mengelola risiko,” jelas Sutadi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).
Ia menambahkan, implementasi strategi tersebut tecermin pada kualitas pembiayaan perseroan yang tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto tercatat sebesar 1,55% dan NPF neto sebesar 0,27%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang tiap-tiap berada pada level 3,06% dan 0,85%.
Perseroan juga mempertahankan rasio pencadangan yang memadai dengan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali, sementara gearing ratio berada di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.
Sementara itu, dari rasio profitabilitas, Return on Assets (RoA) tercatat sebesar 8,1% dan Return on Equity (RoE) sebesar 15,1%. “Mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengelola aset dan permodalan secara optimal,” tegasnya. (rn/jh. Foto: Dok BFI Finance)


