BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat ekosistem digitalisasi layanan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Api-Api di Provinsi Sumatera Selatan. Nantinya, pengguna kapal penyeberangan bisa membeli tiket secara daring (online) melalui aplikasi Ferizy.
Langkah transformasi digital itu dilakukan oleh ASDP bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyediaan dan Pengelolaan Sistem Tiket Online di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api, Rabu (22/10/2025).
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, ini dihadiri oleh Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Pandu Wibowo, S.T., M.M., SGM Regional 1 ASDP T. Damayanti, serta jajaran Vice President dan General Manager ASDP.
Dalam sambutannya, T. Damayanti menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret ASDP dalam memperkuat ekosistem digitalisasi layanan penyeberangan di Indonesia melalui platform Ferizy.
“Digitalisasi bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan strategis agar layanan publik semakin efektif, efisien, dan transparan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati kemudahan pembelian tiket secara daring, tanpa antre, dan dengan sistem yang aman,” ujar Damayanti melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (24/10/2025).
Kerja sama antara ASDP dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan ini akan dijalankan dengan skema managed service di Pelabuhan Tanjung Api-Api, sebagai bagian dari penguatan layanan tiket online yang terintegrasi.
Melalui kerja sama ini, pengguna jasa yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Api-Api menuju Tanjung Kelian nantinya bisa melakukan pembelian tiket secara online melalui Ferizy, menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan modern.
Damayanti menambahkan, penerapan Ferizy di Pelabuhan Tanjung Api-Api menjadi langkah signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumatera Selatan.
“Dengan hadirnya Ferizy, masyarakat tak lagi perlu mengantre panjang di pelabuhan. Proses tiket menjadi lebih mudah dan cepat, sementara data pergerakan penumpang dapat termonitor secara akurat dan real-time,” jelasnya.
Damayanti mengungkapkan bahwa skema managed service ini juga dapat diterapkan oleh pemerintah daerah lain yang ingin mempercepat digitalisasi di pelabuhan daerahnya.
“Saat ini sudah ada beberapa pemerintah daerah yang menyampaikan minat untuk mengadopsi sistem serupa, karena terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan pengguna jasa,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)


