BusinessUpdate – PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp379,87 miliar pada kuartal III/2025, meningkat 25,54% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp302,58 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan Kuartal III/2025 yang dipublikasikan, bank milik konglomerat Chairul Tanjung itu mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp1,34 triliun, tumbuh 24,46% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp1,08 triliun.
Beban bunga perseroan tercatat meningkat 11,08% yoy menjadi Rp291,75 miliar. Dengan realisasi tersebut, Allo Bank membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,05 triliun, tumbuh 28,75% yoy dari kuartal III/2024 yang mencapai Rp818,69 miliar.
Sementara itu, beban operasional naik 32,22% yoy menjadi Rp563,90 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp426,48 miliar. Sejumlah komponen beban operasional nonbunga terpantau membengkak yaitu beban tenaga kerja yang naik 20,21% yoy menjadi Rp151,65 miliar, beban lainnya naik 23,60% yoy menjadi Rp327,52 miliar, dan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) meningkat 410,34% yoy menjadi Rp274,93 miliar.
Di sisi lain, Allo Bank mencatatkan penurunan pada beban promosi sebesar 20,21% yoy menjadi Rp109,68 miliar pada kuartal III/2025, dari sebelumnya Rp132,75 miliar pada kuartal III/2024.
Adapun, laba operasional Allo Bank tercatat tumbuh 24,98% yoy menjadi Rp490,17 miliar, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp392,20 miliar. Laba tahun berjalan sebelum pajak tercatat mencapai Rp490,16 miliar pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 24,98% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp392,17 miliar.
Dari sisi intermediasi, Allo Bank mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp8,47 triliun pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 15,58% yoy dibanding kuartal III/2024 yang sebesar Rp7,33 triliun.
Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) Allo Bank tumbuh signifikan 78,16% yoy menjadi Rp8,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,92 triliun. Simpanan giro tumbuh pesat pada kuartal III/2025. Tercatat, simpanan giro tumbuh 266,80% yoy, dari Rp203,42 miliar menjadi Rp55,45 miliar. Kemudian, simpanan deposito mencapai Rp7,76 triliun, tumbuh 88,57% yoy dari sebelumnya Rp4,11 triliun pada kuartal III/2024.
Allo Bank juga mencatatkan simpanan tabungan mencapai Rp812,92 miliar pada kuartal III/2025, tumbuh 7,57% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp755,73 miliar. Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Allo Bank turun dari 85,30% pada kuartal III/2024 menjadi 78,76% pada kuartal III/2025.
Untuk kualitas kredit, terdapat perbaikan dengan NPL gross tercatat 1,52% dari periode yang sama tahun lalu 0,55% dan NPL net 0,61% dari 0,34%. Adapun, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat meningkat dari 9,00% menjadi 10,42%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional meningkat dari 68,19% pada kuartal III/2024 menjadi 70,19% pada kuartal III/2025. (rn/jh. Foto: Dok. Allo Bank)


