HomeSCIEN-TECHPrimaya Hospital RS Pertama di Karawang Operasikan PLTS Atap

Primaya Hospital RS Pertama di Karawang Operasikan PLTS Atap

BusinessUpdate – PT Primaya Hospital Tbk (PRAY) Karawang resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sehingga rumah sakit ini menjadi yang pertama di Karawang, Jawa Barat yang mengintegrasikan energi surya dalam layanan medis.

Inisiatif ini melanjutkan penerapan serupa di Primaya Hospital Bekasi Timur pada 2024. CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali mengatakan instalasi PLTS di Bekasi Timur selama satu tahun terakhir telah mencatat penghematan lebih dari 477.000 kWh energi, dengan efisiensi biaya sekitar Rp68 juta per tahun termasuk sewa PLTS.

“Selain manfaat finansial, pemasangan PLTS juga memberikan kontribusi penggunaan energi terbarukan. Ini inisiatif luar biasa untuk sektor kesehatan,” kata Leona dalam peresmian PLTS atap di Primaya Hospital Karawang, Selasa (11/11/2025).

PLTS atap di Karawang dibangun di lahan seluas 1.123 meter persegi dengan kapasitas 164,7 kWp. Leona menjelaskan instalasi ini diperkirakan mampu menghasilkan energi bersih sekitar 241.330 kWh per tahun dan menurunkan emisi karbon hingga 215 ton per tahun.

“Ini setara dengan menanami hampir 2.900 pohon atau memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 290 rumah,” ujarnya. Jika digabungkan, dua PLTS di jaringan Primaya Hospital Group diproyeksikan menghasilkan sekitar 700.000 kWh energi bersih per tahun.

Leona mengibaratkan angka itu setara dengan penanaman sekitar 9.000 pohon atau luas hutan tropis 15 sampai 20 hektar. “Kontribusi yang kami terapkan bisa menyumbang kepada energi terbarukan di Indonesia,” katanya.

Langkah tersebut disebut sejalan dengan komitmen Primaya Hospital Group terhadap keberlanjutan lingkungan dan dukungan atas target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060.

“Ini juga mempertegas posisi Primaya Hospital Group sebagai pelopor green hospital di Indonesia yang mengintegrasikan inovasi teknologi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Leona.

Leona juga menunjukkan tampilan real time produksi energi dari PLTS. Pada kondisi panas puncak, daya yang dihasilkan bisa mencapai 140 kWh atau setara 50% kebutuhan listrik di Primaya Hospital Karawang.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI Yuli Astuti Saripawan mengapresiasi implementasi tersebut. Menurutnya, rumah sakit memiliki peran penting dalam mendorong efisiensi energi dan pelestarian lingkungan tanpa mengurangi mutu layanan kesehatan.

“Upaya seperti ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan dapat menjadi contoh nyata penerapan energi bersih di Indonesia,” kata Yuli. Ia berharap langkah Primaya Hospital dapat mendorong adopsi PLTS yang lebih luas di fasilitas kesehatan lain. (pa/jh)

Must Read