HomeNEWS UPDATENationalAirnav Indonesia Siapkan Langkah untuk Kelancaran Penerbangan pada Libur Nataru

Airnav Indonesia Siapkan Langkah untuk Kelancaran Penerbangan pada Libur Nataru

BusinessUpdate – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengoptimalkan kelancaran akurasi navigasi penerbangan di bandara-bandara yang ada selama masa periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

“Untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru kali ini, AirNav telah menyiapkan langkah-langkah dalam memberikan kelancaran penerbangan, dan pengawasan keamanan navigasi. Dan kami memastikan kesiapan personel dalam berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno dalam konferensi pers di Bandung, Kamis (13/11/2025).

Ia memproyeksikan pergerakan pesawat di seluruh bandara di Indonesia pada periode libur Natal dan Tahun Baru kali ini mencapai 76.972 penerbangan. Pergerakan ini terhitung selama 18 hari layanan khusus angkutan periode libur Natal dan Tahun Baru dengan kenaikan sekitar 3,5% dibanding tahun sebelumnya.

“Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan pesawat,” jelasnya.

Dalam menghadapi masa angkutan khusus ini, AirNav Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis diantaranya adalah dengan mengoptimalisasikan peran Indonesia Network Management Center (INMC) untuk mengintegrasikan pengawasan dan koordinasi layanan di seluruh wilayah kerja AirNav Indonesia selama 24 jam penuh.

“Kami juga memastikan kesiapan personel, peralatan, dan prosedur operasi, serta penguatan koordinasi pengaturan lalu lintas udara secara internal dengan semua kantor cabang. Termasuk koordinasi operasional secara terpadu lintas-stakeholder,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro bahwa pengoptimalan INMC melalui pusat orkestrasi alur lalu lintas udara nasional yang dikelolanya dilakukan sebagai langkah menyesuaikan rute, kapasitas, dan urutan keberangkatan secara cepat ketika terjadi lonjakan atau perubahan kondisi lapangan.

Menurutnya, beberapa langkah operasional yang disiapkan antara lain dengan melakukan penyesuaian kapasitas ruang udara (Airspace Capacity Setting), pengurutan (sequencing) keberangkatan dan kedatangan, koordinasi slot dan jam operasional bandara, serta penggunaan jalur udara alternatif (re-routing).

“Tujuan akhirnya sederhana, yaitu penumpang dapat berangkat dan tiba dengan lebih lancar. Efisiensi dicapai, keselamatan tetap nomor satu,” tutup Setio. (rn/jh. Foto: Dok. Airnav)

Must Read