BusinessUpdate – Guna mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Zurich Indonesia meluncurkan program “Kampung Bebas DBD” di Kota Tangerang yang menyasar lebih dari 1.000 kepala keluarga.
Program tersebut dirancang untuk mendorong kesadaran pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bersama kader kesehatan yang mencakup kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, kampanye edukasi publik, vaksinasi, serta peningkatan praktik sanitasi dan kebersihan lingkungan melalui pembentukan bank sampah.
“Melalui program Kampung Bebas DBD, Zurich Indonesia ingin mendorong masyarakat agar lebih tangguh terhadap risiko penyakit, sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan tingkat penyakit DBD,” kata Chief HC, Marketing & Communications Officer Zurich Indonesia Tini Nurianto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Tangerang kasus DBD mengalami peningkatan signifikan, dengan 1.214 kasus pada 2024 dan 825 kasus hingga Agustus 2025.
Selain menjadi perhatian nasional, DBD pun juga telah mendapatkan perhatian serius pada skala global, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan dengue sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan utama dunia.
Angka ini menegaskan urgensi intervensi berbasis masyarakat untuk menekan laju penyebaran DBD sehingga Zurich menghadirkan program vaksinasi gratis bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen membangun ketahanan kesehatan masyarakat, Zurich menghadirkan program vaksinasi gratis untuk mencegah DBD.
Langkah ini, menurut Tini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam upaya menekan penyebaran penyakit yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin dengue terbukti mampu mencegah hingga 63% infeksi dan 84% kasus rawat inap akibat DBD.
Melalui program ini, Zurich berupaya memberikan perlindungan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat kasus DBD yang tinggi.
Selain vaksinasi, Zurich juga secara aktif menggerakkan program Kampung Bebas DBD melalui tiga inisiatif utama. Pertama, peningkatan kapasitas kader kesehatan dengan memberikan pelatihan deteksi jentik, teknik penyuluhan, serta strategi edukasi masyarakat kepada 25 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Para kader diharapkan menjadi motor penggerak utama pencegahan DBD di lingkungan rumah dan komunitas.
Kedua, penerapan pendekatan 1 Rumah 1 Jumantik untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Setiap keluarga diharapkan memiliki setidaknya satu anggota rumah tangga yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk di rumah masing-masing, sebagai langkah deteksi dini dan pengendalian sumber penularan.
Ketiga, Zurich memberikan edukasi tentang pencegahan DBD berbasis praktik 3M Plus kepada sedikitnya 1.000 kepala keluarga melalui kunjungan rumah, pertemuan warga, dan media komunikasi komunitas.
Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten agar lingkungan tetap bersih dan bebas dari sarang nyamuk.
Melalui sinergi antara vaksinasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi berkelanjutan, Zurich berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat upaya bersama menuju Indonesia yang lebih sehat dan bebas DBD.
“Bertepatan dengan perayaan HUT Zurich Indonesia yang ke-34 tahun beroperasi di Indonesia, melalui program Kampung Bebas DBD, Zurich ingin berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh,” tutup Tini. (ip/jh. Foto: Dok. Zurich)


