BusinessUpdate – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperoleh pinjaman berbasis hasil senilai US$470 juta atau sekitar Rp7,86 triliun dari Asian Development Bank (ADB) untuk mempercepat transisi Indonesia menuju energi terbarukan.
Renadi Budiman, Wakil Direktur ADB untuk Indonesia menjelaskan, pinjaman ini diberikan untuk Program Percepatan Transisi Energi Bersih Indonesia (Accelerating Indonesia’s Clean Energy Transition Program) Tahap 1 yang dilaksanakan selama 2026 sampai 2031.
Secara terperinci, program ini terdiri atas pembiayaan senilai US$470 juta dari sumber daya modal biasa (ordinary capital resources) ADB. Selain itu, ada juga US$30 juta dari dana yang dikelola ADB, termasuk Dana Infrastruktur Asean (Asean Infrastructure Fund), dan kontribusi dari Uni Eropa dan Inggris di bawah Fasilitas Katalis Pembiayaan Hijau Asean (Asean Catalytic Green Finance Facility).
Kemudian, program tersebut juga mencakup hibah US$3 juta dari Dana Perwalian Akses dan Transisi Energi (Energy Access and Transition Trust Fund) yang dihimpun oleh Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP).
Program ini diharapkan dapat memobilisasi investasi swasta lebih dari US$1 miliar untuk memenuhi pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin berskala utilitas dengan kapasitas keseluruhan 1.800 megawatt.
Renadi menuturkan, program ini menandai langkah penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan energi lebih bersih dan lebih berkelanjutan.
“Melalui dukungan untuk target energi terbarukan PLN serta memperkuat infrastruktur jaringan, kami membantu Indonesia menyiapkan fondasi bagi ketahanan energi dan konektivitas regional jangka panjang,” jelasnya.
Program tersebut akan membantu pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga fotovoltaik surya dan angin, memperkuat infrastruktur jaringan listrik di Jawa-Madura-Bali, Sumatra, dan Sulawesi, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan PLN dalam mengelola transisi energi.
Dia menambahkan, program ini diharapkan akan menghindarkan emisi CO2 hingga 2,5 juta metrik ton setiap tahunnya, sekaligus berkontribusi bagi visi Jaringan Listrik Asean dengan mengembangkan jaringan listrik yang tangguh.
Hal tersebut agar Indonesia mampu mengintegrasikan energi terbarukan secara efektif pada skala besar dan bertindak sebagai fondasi infrastruktur listrik nasional bagi negara-negara Asean. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)


