BusinessUpdate – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berpotensi besar menarik investasi karena masih memiliki lahan luas untuk dijadikan kawasan industri.
“Lahan di Tanjungpinang masih banyak dan dapat menjadi hak milik, sehingga potensial menarik investasi dari dalam maupun luar negeri,” kata Ketua Kadin Tanjungpinang Ade Angga di Tanjungpinang, Minggu (28/6/2026).
Ade mengatakan saat ini DPRD bersama Pemkot Tanjungpinang tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Industri. Perda ini akan segera disahkan guna memudahkan masuknya investor ke kota Gurindam tersebut.
Menurut Ade, yang juga Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, ada sekitar 1.147 hektar lahan kosong yang bisa dikembangkan untuk kawasan industri, tersebar di tiga kecamatan.
Sebagian besar lahan itu berada di wilayah Pulau Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, seluas 769,30 hektar, yang diperuntukkan untuk kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas hingga galangan dan perbaikan kapal. Selain itu, ada pula kawasan industri halal, logistik, manufaktur, cold storage, pengolahan makanan, teknologi tinggi, serta bioteknologi.
Kemudian, sebagian kecil lahan berada di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota seluas 16,39 hektar, dan 361,30 hektar di Kecamatan Tanjungpinang Timur seluas 361,30 hektar, diperuntukkan untuk industri eco industrial, pelabuhan, hingga metro industrial park. “Perda ini tidak hanya memetakan wilayah kawasan industri, namun juga untuk mengetahui ketersediaan lahan untuk investasi,” ucap Ade.
Kadin siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan investasi, karena ekonomi Tanjungpinang sebagai pusat ibukota Provinsi Kepri itu cenderung melandai dari waktu ke waktu.
Menurutnya harus ada terobosan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang, salah satunya dengan pembangunan kawasan industri, seperti di Batam dan Bintan yang semakin berkembang. “Namun, semakin hari lahan komersil di Batam terus berkurang, sehingga investor berpotensi masuk ke Tanjungpinang,” ujarnya.
Ade menambahkan Kadin Tanjungpinang telah bertemu dengan Konsulat Singapura untuk difasilitasi berkomunikasi dengan jaringan usaha yang ada di Singapura. Ia menjamin sudah ada beberapa investor dari negara tetangga itu berniat berinvestasi di Tanjungpinang, salah satunya berkaitan dengan industri halal. (ip/jh. Foto: Dok. Pemkot Tanjungpinang)


