HomeCORPORATE UPDATEBUMNPTDI Bakal Ubah Pesawat N219 Menjadi Pengintai Maritim

PTDI Bakal Ubah Pesawat N219 Menjadi Pengintai Maritim

BusinessUpdate – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggandeng Scytalys, perusahaan teknologi pertahanan Yunani, untuk mengubah pesawat N219 Nurtanio menjadi armada pengintai maritim canggih (Maritime Surveillance Aircraft/MSA) guna memperkuat patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, kerja sama ini merupakan tonggak sejarah baru bagi industri dirgantara nasional. Karena, untuk pertama kalinya, pesawat N219 yang murni karya anak bangsa akan didesain dengan konfigurasi misi pengawasan militer/paramiliter, bukan sekadar untuk pengangkut sipil.

“Dalam program ini, PTDI berlaku sebagai kontraktor utama yang mengelola konfigurasi pesawat, sementara Scytalys mengintegrasikan sistem misi yang menjadi inti kemampuan pengawasan,” kata Gita dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).

Kolaborasi ini memungkinkan N219 MSA memiliki “otak” pelacakan digital berupa MIMS Airborne Mission System sehingga mampu mendeteksi objek hingga jarak 20 kilometer menggunakan sensor elektro-optik dan radar dengan jangkauan 160 mil laut (NM).

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah menyambut baik transformasi teknologi ini. Dan pihaknya telah mengajukan kebutuhan empat unit N219 MSA kepada Kementerian PPN/Bappenas untuk mendukung operasi keamanan laut. “Karena ada produk dalam negeri, kita maksimalkan penggunaannya. PTDI bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Irvansyah.

Menurut rencana, armada pengintai ini memiliki daya jelajah operasi (endurance) lebih dari lima jam. Selain radar canggih, pesawat juga dilengkapi Tactical Datalink untuk pengiriman data target secara real-time ke pusat komando, menutup celah pengawasan di wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement (FA) antara dirinya dan CEO Scytalys George Menexis di Athena, pada tanggal 21 November 2025 dengan disaksikan langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah.

Target penandatanganan kontrak pengadaan dijadwalkan pada akhir 2026, setelah kedua belah pihak merampungkan sinkronisasi teknis melalui Focus Group Discussion (FGD) agar spesifikasi pesawat benar-benar sesuai dengan medan operasi laut Indonesia yang menantang. (ip/jh. Foto: Dok. PTDI)

Must Read