BusinessUpdate – Kontingen Indonesia di SEA Games 2025 menempati posisi kedua dalam klasemen akhir perolehan medali lewat torehan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu hingga Sabtu (20/12/2025) siang. Total medali yang berhasil dikumpulkan Indonesia adalah 333.
Tuan rumah Thailand menjadi juara dengan mengumpulkan 233 emas, 154 perak, serta 108 perunggu dengan total 495 medali. Adapun, Vietnam berada di posisi ketiga dengan 87 medali emas, 80 perak, dan 110 perunggu dengan total 277 medali.
“Posisi sebagai runner-up ini merupakan sejarah baru, mengingat terakhir kali Indonesia berada di peringkat tersebut (saat tidak menjadi tuan rumah) pada SEA Games 1995,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Erick merujuk pada SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand, di mana kontingen Merah Putih menempati peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali dengan 77 emas, 67 perak, dan 77 perunggu, yang menjadi pencapaian terbaik Indonesia saat berlaga di luar kandang dalam ajang pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Dari segi jumlah medali emas, perolehan edisi 2025 juga berhasil melampaui capaian terbaik Indonesia saat bertanding di luar negeri untuk ajang SEA Games.
Capaian terbanyak medali emas Indonesia sebelumnya terjadi dalam SEA Games 1993 Singapura, di mana pasukan Merah Putih mengoleksi 88 medali emas, 81 perak, dan 84 perunggu untuk keluar sebagai juara umum kala itu. “Pada SEA Games sebelum-sebelumnya, saat tidak menjadi tuan rumah, posisi Indonesia rata-rata berada di peringkat tiga atau empat,” ujar Erick.
Menurut Menpora pencapaian para pejuang olahraga Indonesia di Thailand juga tidak lepas dari dukungan Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk insentif tambahan sebesar Rp1 miliar yang dijanjikan untuk atlet peraih medali emas SEA Games 2025.
Erick meyakini hal itu menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang turun di SEA Games 2025 sekaligus angin segar bagi orang tua bibit-bibit olahragawan di masa depan. “Itu turut memberikan dorongan motivasi bagi para atlet untuk tabungan masa depan mereka, karena banyak orang tua melihat atlet tidak ada jaminan masa depan,” tutupnya. (ip/jh)


