BusinessUpdate – Indonesia Financial Group atau IFG akan melakukan perampingan anak usaha dan afiliasi grup. Dari sejumlah anak perusahaan dan afiliasi akan dijadikan tujuh klaster.
Sejumlah perusahaan seperti Jasindo, Mandiri Inhealth, Jamkrindo, hingga IFG Life akan terpengaruh oleh inisiatif tersebut. Rencana perampingan tertuang dalam surat IFG nomor 358/DUM-DMP/S/BPUI/XII/2025 bertanggal 22 Desember 2025. IFG selaku induk holding menyurati anak-anak usaha dan afiliasinya yang akan terpengaruh oleh inisiatif perampingan tersebut.
IFG mengungkap terdapat tujuh pertimbangan dalam melakukan perampingan anak usaha dan afiliasi grup, mulai dari arahan khusus kepada anak usaha di bidang asuransi umum dan penjaminan untuk melakukan kajian dan implementasi optimalisasi bisnis, lalu arahan penataan anak usaha level 2 hingga 7 di lingkungan BUMN, hingga upaya penataan anak usaha dan afiliasi.
Holding IFG juga telah menyampaikan kepada anak-anak usahanya untuk mendukung inisiatif penataan dan penajaman fokus bisnis di ekosistem IFG, selaras dengan inisiatif streamlining Danantara. Tidak hanya itu, Danantara Asset Management (DAM) juga telah menyampaikan program dan proyek strategis, yakni streamlining dan konsolidasi bisnis asuransi di seluruh grup BUMN.
Saat ini, rata-rata asuransi pelat merah berada di bawah naungan IFG. “DAM menyampaikan pedoman spesifik kepada IFG agar IFG melaksanakan rencana konsolidasi dan pemurnian Bisnis Perusahaan Asuransi dan Penjaminan dalam rangka penguatan bisnis asuransi dan penjaminan melalui penciptaan entitas dengan skala yang lebih besar, lebih kuat, dan berdaya saing tinggi,” dikutip pada Selasa (13/1/2026) dari surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko tersebut.
Dirut dan Direktur Bisnis Korporasi IFG menyatakan akan melakukan inisiatif perampingan serta penataan anak usaha dan afiliasi grup secara kolaboratif. Oleh karena itu, IFG mengharapkan komitmen dari direksi, dewan komisaris, dan jajaran manajemen anak usaha serta afiliasi grup untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan implementasi inisiatif ini, termasuk dukungannya dalam penyampaian data dan informasi yang dibutuhkan dalam inisiatif tersebut.
Hexana menjelaskan, dalam pelaksanaan inisiatif streamlining DAM serta penataan anak usaha dan afiliasi, IFG akan mendahuluinya dengan proses penyusunan kajian, antara lain meliputi analisis bisnis, keuangan dan perpajakan, legal, risiko dan kepatuhan, roadmap, hingga skema streamlining.
IFG juga akan mengedepankan prinsip kehati-hatian, berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, hingga menerapkan manajemen risiko dan prinsip tata kelola yang baik alias good corporate governance (GCG).
Berikut tujuh klaster dalam rencana perampingan IFG:
1.Pembentukan Entitas Integrated Distribution Channel dan Shared Service
FitAja
IFG Life selaku pemegang saham FitAja
2.Konsolidasi Asuransi Umum Nasional
Askrindo
Jasaraharja
Putera Jasa Raharja selaku pemegang saham Jasaraharja Putera
3.Konsolidasi Asuransi Umum Syariah
Jasindo Syariah
Jasaraharja Putera
Jasindo selaku pemegang saham Jasindo
Jasa Raharja selaku pemegang saham Jasaraharja Putera
4.Konsolidasi Asuransi Jiwa Konvensional
IFG Life
Mandiri Inhealth
Bahana Kapital Investa selaku pemegang saham IFG Life
5.Konsolidasi Penjaminan Konvensional
Askrindo
Jamkrindo
6.Konsolidasi Penjaminan Syariah
Askrindo Syariah
Jamkrindo Syariah
Askrindo selaku pemegang saham Askrindo Syariah
Jamkrindo selaku pemegang saham Jamkrindo Syariah
7.Optimalisasi Entitas Bisnis Manajemen Properti
Grahaniaga Tatautama
Mitrasraya Adhijasa
Mitracipta Polasarana
IFG Life selaku pemegang saham Mitrasraya Adhijasa
Jasindo selaku pemegang saham Mitracipta Polasarana


