BusinessUpdate – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama riset dan pemanfaatan teknologi penerbangan dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan produk penerbangan yang berdasar kepada riset.
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan menyebut salah satu syarat mutlak kesinambungan sebuah produk di pasar yakni dengan selalu melakukan pengembangan.
Ia menilai kerja sama tersebut merupakan sebuah peluang dan bentuk dukungan yang diberikan BRIN, agar bisa mensinergikan antara riset dengan pemanfaatannya di industri kedirgantaraan.
Bahkan, menurutnya kesempatan baik ini tidak hanya akan memberi dampak bagi PT Dirgantara Indonesia, tapi juga bagi ekosistem kedirgantaraan nasional agar bisa mengembangkan produk-produk berbasis pada riset.
“Oleh karena itu kami dari industri sangat menyambut baik dukungan dari kepala BRIN dalam penandatanganan MoU tentang riset dan pemanfaatan teknologi dirgantara,” jelas Gita dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/1/2026).
Ia berharap, BRIN dan PT Dirgantara Indonesia dapat mensinergikan kompetensi, fasilitas, infrastruktur, dan lainnya menjadi satu kegiatan riset yang implementatif.
“Permasalahan-permasalahan yang ada di industri bisa kita feedback kepada BRIN untuk masukan pengembangan riset,” ujarnya.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarkeduanya pada Rabu (14/1/2026). Kepala BRIN Arif Satria berharap dengan adanya penandatanganan MoU ini, kerja sama BRIN dan PT Dirgantara Indonesia semakin produktif.
Sebelumnya, kerja sama antara BRIN dan PT Dirgantara berfokus pada riset dan pemanfaatan Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) MALE dan Pesawat Terbang N219 dan variannya.
Saat ini, kerja sama akan meliputi penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, serta invensi dan inovasi Pesawat Terbang N219 beserta variannya, PTTA MALE, PTTA Wulung, PTTA Alap-Alap, pesawat ringan, pesawat C212, dan Urban Air Mobility. (rn/jh)


