BusinessUpdate – Bank pembangunan daerah (BPD) Bank Jakarta tengah ancang-ancang menjalankan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2027. Untuk itu, perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta itu mulai bersolek.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan menjelang IPO, pembentukan corporate culture yang solid menjadi keharusan. “Budaya kerja tersebut harus hidup dan menjadi bagian dari identitas perusahaan, salah satunya tercermin dari ketepatan waktu,” kata Pramono dalam keterangan resmi, dikutip Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan, Bank Jakarta harus dikelola secara independen dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, nilai-nilai dalam corporate culture yang telah ditetapkan harus benar-benar dijalankan oleh seluruh jajaran.
Pramono juga menekankan keterbukaan dan kepercayaan publik merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan perbankan daerah. Ia berharap Bank Jakarta mampu menjadi BUMD perbankan yang dikelola secara profesional, tumbuh sehat, dan memiliki daya saing tinggi.
“Transparansi inilah yang saya terapkan dalam kepemimpinan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setiap keputusan strategis selalu diambil dalam forum rapat, bukan secara tertutup. Dengan begitu, tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi, intrik, maupun spekulasi,” ujar Pramono.
Adapun, terkait prospek Bank Jakarta, Pramono menjelaskan bahwa DKI Jakarta saat ini berkontribusi sekitar 16,39% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Hal tersebut, menjadi modal penting bagi Bank Jakarta untuk terus tumbuh dan berkembang secara sehat. Ia berharap seiring dengan persiapan IPO, Bank Jakarta dapat meraup target laba bersih sebesar Rp1 triliun pada 2026.
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan perseroan saat ini terus melakukan persiapan, mulai dari perbaikan fundamental bank hingga proses penunjukan konsultan-konsultan untuk IPO. Adapun, pelaksanaan IPO ditargetkan pada 2027 dengan mengantongi dana minimal Rp3 triliun. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Jakarta)


