BusinessUpdate – Pemerintah menegaskan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat akan dimulai pada Mei 2026 sebagai bagian dari strategi penyediaan hunian vertikal bagi pekerja dan buruh di kawasan industri padat, khususnya di Jawa Barat.
Penegasan itu disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/01/2026).
Maruarar telah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan itu, pembangunan rusun subsidi di Meikarta mendapat persetujuan.
“Saya datang kepada Pak KDM. Apalagi kita tahu cukup banyak bencana yang ada di Jawa Barat sekarang. Jadi saya tanya, dan beliau memang sangat setuju karena itu kan ke atas (pembangunannya),” ujar Maruarar.
Menurut dia, wilayah Bekasi hingga Karawang merupakan kawasan dengan konsentrasi industri yang tinggi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan hunian vertikal bagi pekerja menjadi sangat besar. Berdasarkan data Kementerian PKP, penerima rumah subsidi selama ini didominasi oleh pekerja dan buruh.
Bahkan, kuota rumah subsidi tapak yang disiapkan pemerintah terus mengalami peningkatan. “Dari data kita, selama ini rumah subsidi tapak itu paling banyak adalah pekerja atau buruh. Bahkan sampai saya naikkan kuotanya dua kali, pertama 20.000, 40.000, terakhir 60.000 juga masih lebih,” katanya.
Ia menilai, potensi pembangunan rusun subsidi di kawasan industri Jawa Barat sangat besar untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Rencana pembangunan rusun subsidi Meikarta telah dilaporkan langsung kepada Presiden. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak terkait di tingkat pusat.
Ia menambahkan, koordinasi dilakukan pula dengan Hashim Djojohadikusumo serta Rosan Roeslani untuk mempercepat realisasi program tersebut. (ip/jh. Foto: Dok. Meikarta)


