BusinessUpdate – Untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di Bali, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mulai melakukan peremajaan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung. Peremajaan dilakukan di sejumlah sektor.
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan pengerjaan peremajaan dilakukan sekitar 210 hari kerja. Proyek peremajaan kawasan itu merupakan tahap awal dalam kurun waktu perencanaan untuk tiga tahun mendatang.
Peremajaan itu di antaranya pengaspalan jalan yang kurang maksimal dilakukan selama 52 tahun kawasan wisata premium itu berdiri. Kemudian penyegaran di sejumlah titik di kawasan pengelolaan seluas sekitar 350 hektar itu seperti mempercantik taman, pedestrian, menambah patung ikonik dengan ciri khas budaya Bali hingga daya tarik wisata lainnya.
Selanjutnya pengembangan fasilitas pengelolaan sampah, penataan area Peninsula Island dan objek wisata Water Blow hingga menambah fasilitas baru untuk kebutuhan wisatawan untuk pernikahan.
“Fasilitas tambahan untuk pernikahan atau wedding gate hall dan kami perbarui tempat di Peninsula yang akan kami jadikan rekreasi baru, orang bisa berlatih selancar dan lainnya,” ucap Ahmad di sela-sela pelaksanaan rejuvenasi kawasan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (18/1/2026).
Sementara itu, Direktur Operasi ITDC Troy Warroka menjelaskan peremajaan kawasan akan dominan berkonsep hijau. Sejumlah perhotelan di kawasan itu juga melakukan peremajaan untuk memberikan nilai tambah kepada wisatawan.
“Tidak serta peremajaan ini menambah bangunan baru, struktur baru, tidak. Tapi kami lihat dan kaji lagi dengan apa yang sudah ada di Nusa Dua sehingga semua terkoneksi dengan pariwisata hijau yang dominan,” ucapnya.
Namun, ia tidak menyebutkan nilai anggaran peremajaan itu karena perkembangan dinamis untuk perencanaan tiga tahun mendatang.
Adapun, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Nyoman Rudiarta mengapresiasi proyek peremajaan destinasi wisata di wilayahnya itu. Pembenahan tersebut diharapkan menjadi magnet baru kepada wisatawan sehingga menambah lama tinggal dan tingkat belanja wisatawan.
“Yang paling penting juga tidak hanya pembenahan infrastruktur, tapi juga mewujudkan ekonomi masyarakat yang inklusif. Masyarakat mendapat manfaat langsung dari sektor pariwisata,” katanyanya. (ip/jh. Foto: Dok. ITDC)


