BusinessUpdate – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban memperkuat perannya sebagai pusat energi di kawasan Sumatera bagian utara, bahkan Asia Tenggara, guna mendukung kemandirian energi nasional.
“Sesuai dengan target pemerintah yang akan menghentikan impor solar di semester II/2026 dan impor bensin di 2027, Pertamina harus memiliki visi ke depan dengan tujuan menjadikan IT Tanjung Uban sebagai energy hub terbesar di Asia Tenggara,” ujar Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Fathul, potensi IT Tanjung Uban perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan agar pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat terus meningkat seiring dengan kebutuhan energi nasional.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi IT Tanjung Uban untuk memastikan distribusi BBM tetap tepat waktu. Di antaranya melalui perencanaan optimalisasi jeti (tempat sandar kapal) dan perlunya simulasi penambahan jumlah kapal akibat pendangkalan di TBBM penerima,” tambahnya.
Fathul mengatakan, pengembangan jangka panjang IT Tanjung Uban tidak hanya memperkuat infrastruktur terminal, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan ketahanan stok BBM secara nasional.
“Juga dengan melihat rencana pengembangan dan potensi kerja sama dalam upaya mewujudkan kemandirian energi, sehingga pasokan BBM dapat dipenuhi dan tersalurkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Fathul juga menekankan pentingnya kesiapan distribusi BBM oleh badan usaha jasa logistik, khususnya Elnusa Petrofin, melalui mekanisme Regular, Alternative dan Emergency (RAE), terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriyah.
“Tolong tetap dijaga keandalan penyaluran BBM, utamanya sebentar lagi kita akan menyambut momen RAFI di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi. Skenario RAE tetap diperkuat,” ucap Fathul. (pa/jh. Foto: Dok. BPH Migas)


