HomeFINANCEBankBCA Syariah Torehkan Laba Bersih Rp212 Miliar Sepanjang 2025

BCA Syariah Torehkan Laba Bersih Rp212 Miliar Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Bank BCA Syariah mengantongi laba bersih sebesar Rp212 miliar sepanjang 2025. Laba ini meningkat 15,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan perusahaan. Sementara laba bruto atau laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp258 miliar atau naik 17%(yoy) dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Direktur BCA Syariah Pranata menambahkan, peningkatan laba tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dari pembiayaan dan treasury. “Dari sisi income memang financing income kita tumbuh. Income financing berada di angka Rp938 miliar atau tumbuh 16% (yoy). Kemudian dari treasury income juga tumbuh 25% (yoy),” jelas Pranata.

Ia menambahkan, sepanjang 2025, penyaluran pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1% (yoy) menjadi Rp13,2 triliun dengan fokus pada sektor-sektor produktif. Jenis pembiayaan yang paling dominan berkontribusi ke pertumbuhan berasal dari pembiayaan komersial atau korporasi sebesar 76%, pembiayaan konsumer sebesar 16%, dan pembiayaan UMKM sebesar 7%.

Namun dari sisi pertumbuhan, pembiayaan konsumer justru tumbuh lebih tinggi yakni 47,1% (yoy), kemudian diikuti pembiayaan korporasi yang tumbuh di kisaran 20% (yoy), dan pembiayaan UMKM tumbuh 9,6% (yoy).

Dari sisi kualitas aset, BCA Syariah mampu menjaga pembiayaan tetap sehat. Hingga Desember 2025, rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) gross tercatat di level 1,6%. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang tumbuh sekitar 35% turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja laba.

Di sisi lain, kinerja profitabilitas masih menghadapi tekanan dari kenaikan biaya dana. Sepanjang 2025, cost of fund tercatat meningkat hingga 32%, seiring masih tingginya harga dana yang dirasakan sejak awal 2024 hingga kuartal III/2025.

Meski demikian, perseroan mulai berhasil menekan biaya dana pada Kuartal IV/2025 dimana cost of fund yang berada di kisaran 4% di awal 2025 berhasil ditekan sekitar 60 basis poin hingga akhir tahun.

Tekanan biaya tersebut berdampak pada penurunan net imbalan (net margin) sekitar 30 basis poin menjadi 4,4%. Meski menghadapi tekanan margin, rasio profitabilitas dan efisiensi BCA Syariah tetap terjaga. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) berada pada level yang sehat, sementara rasio BOPO terjaga di kisaran 80% dan cost to income ratio (CIR) berada di sekitar 63%.

Dari sisi likuiditas dan permodalan, kinerja BCA Syariah juga menunjukkan kondisi yang kuat. Financing to Deposit Ratio (FDR) tercatat berada di level yang efektif, yakni sekitar 85%. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 27,7%, mencerminkan permodalan yang solid untuk mendukung ekspansi pembiayaan ke depan.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah tercatat tumbuh 17,1% (yoy) menjadi Rp 15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 25,7% (yoy) dan mencapai Rp 6,3 triliun. Dengan keseluruhan kinerja sepanjang 2025 tersebut, kini total aset perseroan mencapai Rp19,2 triliun atau meningkat 15,4% (yoy). (pa/jh)

Must Read