BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat hingga Mei 2026, bank tersebut telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp84,36 triliun atau 46,87% dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun.
Penyaluran KUR tersebut didominasi pembiayaan ke sektor produktif yang mencapai 67,18% dari total realisasi di mana sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp35,91 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan akan terus melanjutkan transformasi bisnis dengan bertumpu pada penguatan fundamental, bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Menurutnya, keberadaan Danantara menjadi momentum bagi BRI untuk memperkuat kontribusi terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk pemberdayaan UMKM.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).
Sejalan dengan transformasi tersebut, kinerja BRI pada kuartal I/2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau meningkat 13,7% secara tahunan (yoy).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun, tumbuh 13,7% secara tahunan (yoy), sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 9,4% yoy menjadi Rp1.555 triliun.
Di sisi pendanaan, BRI juga berhasil memperbaiki struktur dana murah. Hingga akhir Maret 2026, dana murah (CASA) tumbuh 13,2% yoy menjadi Rp1.058,6 triliun sehingga mendorong rasio CASA naik menjadi 68,07%. Kondisi tersebut membuat biaya dana (cost of fund/CoF) turun menjadi 2,3% dari 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan menyebut perbaikan struktur pendanaan tersebut ditopang oleh meningkatnya transaksi melalui berbagai kanal digital, seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI. Penguatan dana murah tersebut diharapkan dapat menopang ekspansi pembiayaan secara lebih efisien.
Selain memperbesar penyaluran KUR, BRI juga terus memperkuat ekosistem pemberdayaan usaha mikro dan desa. Hingga kini, perseroan telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43.000 klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)


