BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham BBRI) atau BRI melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus menggerakkan sektor riil, khususnya industri bahan bangunan, konstruksi, dan UMKM.
“Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI terus memperkuat peran dalam ekosistem pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan melalui FLPP dan KPP,” ujar Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya dalam kegiatan “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” yang digelar di Sumedang pada Jumat (13/2/2026) malam.
Riko menjelaskan, pada 2025, kuota FLPP BRI meningkat dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100% secara tahunan (yoy). Hingga 11 Februari 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.
Selain FLPP, BRI juga memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Skema ini merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja bersubsidi dari pemerintah yang bertujuan menggerakkan roda ekonomi, terutama dari sisi pasokan dan permintaan sektor perumahan.
Pembiayaan KPP diarahkan untuk mendorong aktivitas UMKM di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. “Tercatat, pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,18 triliun kepada 16.517 debitur, atau mencapai 27,25% dari target penyaluran sebesar Rp8 triliun pada tahun ini,” jelas Riko.
Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi, dengan kontribusi sekitar 49% dari total penyaluran nasional. Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi enabler pembangunan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
”Mengingat backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 32,3 juta menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif. Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang,” ucap Riko. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)


