HomeCORPORATE UPDATEBUMNProduksi Pupuk Petrokimia Gresik pada Semester I/2026 Capai 2,7 Juta Ton

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik pada Semester I/2026 Capai 2,7 Juta Ton

BusinessUpdate – PT Petrokimia Gresik mencatatkan produksi pupuk pada semester I/2026 sebanyak 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.431.506 ton.

Pada tahun lalu, produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4.683.477 ton atau meningkat dibandingkan realisasi produksi 2024 yang sebesar 4.474.914 ton. Perusahaan menyebut capaian itu menjadi modal untuk mendukung target produksi pupuk 2026 yang ditetapkan sebesar 106% dari target produksi tahun sebelumnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, capaian kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat fondasi bisnis agar mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus mendukung sektor pertanian nasional.

“Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan,” ujar Daconi dalam siaran pers Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, perjalanan perusahaan selama lebih dari lima dekade tidak terlepas dari kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta menjawab berbagai tantangan industri.

“Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia,” katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Petrokimia Gresik menjalankan sejumlah langkah strategis, mulai dari meningkatkan fleksibilitas fasilitas produksi hingga memperkuat keandalan pasokan bahan baku dan energi.

Salah satu proyek yang dijalankan adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi tersebut memungkinkan satu fasilitas memproduksi pupuk NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat. Dengan teknologi tersebut, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung ketahanan industri pupuk nasional.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton.

Di bidang logistik, perusahaan tengah membangun Dermaga A yang dirancang mampu melayani kapal berkapasitas hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT), dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun.

Pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus logistik perusahaan sekaligus menjaga tingkat okupansi dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) pada level optimal.

Penguatan operasional juga dilakukan melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama tersebut berpotensi menambah pasokan gas sekitar 30 hingga 35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), sehingga dapat mendukung operasional Petrokimia Gresik hingga 2035.

“Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi pertanian Indonesia,” jelas Daconi.

Di sisi keberlanjutan, Petrokimia Gresik juga menjalankan transformasi industri melalui penerapan teknologi yang mendukung dekarbonisasi. Pada 2025, perusahaan ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan untuk periode 2025–2030.

Menurut Daconi, penguatan fondasi bisnis berjalan seiring dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. “Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional,” tutup Daconi. (rn/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Must Read