BusinessUpdate – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS) bersama Veda Praxis sebagai mitra konsultan dalam proses sertifikasi. BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara yang berhasil mendapatkan sertifikasi manajemen AI tersebut.
ISO/IEC 42001:2023 merupakan standar global yang mengatur sistem manajemen AI, mencakup aspek tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta akuntabilitas penggunaan AI.
Di sektor perbankan, standar ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, pencegahan fraud, hingga layanan nasabah.
Pada kesempatan yang sama, BCA juga meraih sertifikasi ISO 27701:2019 untuk Privacy Information Management System, sebuah standar internasional terkait pengelolaan privasi dan perlindungan data.
“Kedua sertifikasi ini tidak hanya mencerminkan pemenuhan kepatuhan terhadap standar global, tetapi juga menegaskan komitmen kami dalam menjaga keamanan dan kepercayaan nasabah di tengah percepatan transformasi digital,” kata Direktur BCA Lianawaty Suwono dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini bukti perseroan dalam menjaga kepercayaan dan keamanan data nasabah, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab.
Dalam proses sertifikasi ISO 42001, Veda Praxis bekerja bersama BCA untuk memastikan kerangka tata kelola AI terintegrasi secara utuh dengan tata kelola perusahaan dan sistem manajemen risiko yang telah berjalan.
CEO Veda Praxis, Syahraki Syahrir mengatakan, pendekatan yang diterapkan adalah komitmen bersama untuk memperkuat struktur dan kejelasan akuntabilitas, sekaligus menempatkan pemanfaatan AI sebagai bagian dari proses bisnis dan pengambilan keputusan, bukan semata pemenuhan persyaratan administratif.
“Ini adalah tonggak penting bagi industri jasa keuangan. Ketika AI semakin memengaruhi pengambilan keputusan dan layanan publik, tata kelola AI menjadi isu strategis, bukan lagi sekadar isu teknis,” kata Syahraki.
Ia berharap, sertifikasi ini dapat menjadi katalis bagi penguatan praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab dan beretika, baik di tingkat industri, nasional, maupun kawasan Asia Tenggara. “Kami bangga dapat mendampingi BCA dalam langkah penting ini,” tegas Syahraki. (rn/jh. Foto: Dok. BCA)


