HomeFINANCEBankBSN Gandeng Muhammadiyah untuk Dongkrak Pasar Perbankan Syariah

BSN Gandeng Muhammadiyah untuk Dongkrak Pasar Perbankan Syariah

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (BSN) melakukan ekspansi bisnis secara masif dengan bekerja sama dengan Muhammadiyah. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pangsa pasar perbankan syariah nasional yang dalam satu dekade terakhir masih tertahan di kisaran 7 sampai 8%.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara manajemen BSN dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berlangsung di Tangerang, Banten, Selasa (24/2/2026). Kerja sama tersebut menjadi pintu masuk bagi BSN untuk mengelola likuiditas di ribuan titik jaringan persyarikatan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga rantai pasok usaha warga.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah merupakan langkah konkret perseroan dalam mengakselerasi inklusi keuangan syariah yang saat ini baru menyentuh angka 13,41%.

“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” kata Alex dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).

Melalui kerja sama tersebut, BSN memposisikan diri sebagai penyedia solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Perseroan mengincar pengelolaan dana dan sistem pembayaran yang mencakup layanan payroll, virtual account, hingga integrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.

Tak hanya menyasar level institusi, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN untuk menjangkau jutaan warga persyarikatan secara langsung. Lihat Foto Ilustrasi Bank Syariah Nasional.

Seluruh ekosistem layanan tersebut akan terintegrasi ke dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang memungkinkan akses terhadap pembiayaan perumahan syariah hingga investasi cicilan emas secara digital.

Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) melalui ekosistem yang memiliki basis anggota dan jaringan luas di berbagai daerah.

Langkah agresif tersebut didukung oleh fundamental perseroan pasca-transformasi tahun lalu. BSN merupakan bank yang lahir dari proses akuisisi Bank Victoria Syariah oleh BTN Syariah. Per Desember 2025, BSN telah membukukan total aset sebesar Rp72,9 triliun. Perseroan juga didukung oleh 118 outlet yang tersebar secara nasional.

Manajemen optimistis, penetrasi ke ekosistem Muhammadiyah akan memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio DPK perseroan, seiring potensi pengelolaan dana dari institusi pendidikan, rumah sakit, hingga unit-unit usaha Muhammadiyah.

Alex menambahkan, perbandingan dengan Malaysia yang memiliki pangsa pasar syariah di atas 40% menjadi pendorong bagi BSN untuk terus melakukan penetrasi ke organisasi massa terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyatakan, Muhammadiyah ke depan akan terus berkembang untuk memperkuat ekosistem syariah di Tanah Air.

“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Tentu di antaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, pimpinan pusat telah membentuk tim untuk pengadaan perumahan subsidi dan non-subsidi bagi warga persyarikatan Muhammadiyah, baik bagi pegawai, karyawan, maupun aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia. (pa/jh. Foto: Dok. BSN)

Must Read