BusinessUpdate – PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality menargetkan kenaikan tingkat hunian hotel sebesar 10% selama periode puncak libur Idulfitri dan Nyepi 2026.
Kenaikan okupansi diproyeksikan terjadi pada 17 hingga 29 Maret 2026. Periode tersebut bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk mudik, berwisata, serta memanfaatkan libur panjang.
Direktur Komersial InJourney Hospitality Veronica H Sisilia mengatakan momentum libur Lebaran dan Nyepi menjadi pendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Pihaknya menawarkan pengalaman perjalanan terintegrasi bagi wisatawan melalui ekosistem InJourney yang mencakup layanan mulai dari bandara, hotel, hingga destinasi wisata.
“Momentum libur Lebaran dan Nyepi tahun ini menjadi katalis penting untuk menstimulasi minat masyarakat berwisata,” ujar Veronica dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Kebijakan work from anywhere atau WFA juga dinilai memberikan dampak positif terhadap potensi perjalanan wisata. Pemerintah mengimbau WFA bagi aparatur sipil negara dan pegawai swasta pada 16 hingga 17 Maret 2026 serta 25 hingga 27 Maret 2026.
“Kebijakan ini sekaligus mendorong masyarakat menikmati masa liburan lebih panjang, yang tentu berdampak baik bagi industri perhotelan dan pariwisata nasional,” ucapnya.
Proyeksi InJourney Hospitality menunjukkan peningkatan okupansi di seluruh kategori hotel yang dikelola perusahaan. Hotel pada klaster Bali diperkirakan mencatat tingkat hunian tertinggi sekitar 64%. Klaster Jawa diproyeksikan mencapai sekitar 53%. Klaster Sumatera diperkirakan sekitar 45%, begitu pula klaster Kalimantan dan Sulawesi.
Dilihat dari klasifikasi hotel, tingkat hunian hotel bintang lima diperkirakan meningkat sekitar 5%. Properti dengan tingkat hunian tertinggi antara lain Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur, serta Bali Beach Hotel The Heritage Collection.
Hotel bintang empat diproyeksikan mencatat kenaikan okupansi tertinggi sekitar 14%. Beberapa properti dengan tingkat hunian tinggi di kategori ini yaitu Truntum Kuta, Grand Inna Tunjungan, serta The Manohara Hotel Yogyakarta.
Hotel bintang tiga diperkirakan mencatat kenaikan okupansi sekitar 9 persen. Tingkat hunian tertinggi diproyeksikan terjadi di Inna Sindhu Beach Hotel, Cordia Hotel Banjarmasin, serta KHAS Tegal.
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran dan Nyepi. “InJourney Hospitality berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik dengan sentuhan keramahtamahan khas Indonesia di setiap touchpoint,” ujarnya.
Perusahaan memperkuat kesiapan operasional melalui audit layanan food and beverage, housekeeping, serta engineering. Optimalisasi digital check-in juga dilakukan untuk mempercepat pelayanan tamu.
Pemantauan operasional dilakukan secara real time melalui Task Force 24/7 Monitoring Center. Perusahaan juga menyiapkan berbagai program komersial untuk menarik minat wisatawan. Program tersebut meliputi promo early booking, paket buka puasa Ramadan, paket Nyepi, serta berbagai acara tematik selama Ramadan, Idul Fitri, dan Nyepi. (ip/jh. Foto: Dok. InJourney Hospitality)


