HomeFINANCEBankPer Februari 2026 BCA Catatkan Laba Bersih Rp9,22 Triliun

Per Februari 2026 BCA Catatkan Laba Bersih Rp9,22 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,22 triliun per Februari 2026, meningkat 2,81% secara tahunan (yoy) dibanding Februari 2025 yang sebesar Rp8,97 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, realisasi laba bersih perseroan dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 0,79% (yoy) menjadi Rp14,98 triliun per Februari 2026. Pada saat yang sama, beban bunga perseroan meningkat 6,90% (yoy) menjadi Rp2,12 triliun.

Dari pencapaian itu, BCA mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp12,85 triliun per Februari 2026, berkurang 0,15% (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu Rp12,87 triliun.

Selain itu, raihan laba pada Februari 2026 juga didorong oleh pendapatan komisi yang naik 9,09% (yoy) menjadi Rp3,25 triliun dari Februari 2025 yang sebesar Rp2,98 triliun.

Adapun, perseroan mencatat penurunan pada beban operasional lainnya. Per Februari 2026, beban operasional lainnya menyusut 17,11% (yoy) menjadi Rp1,47 triliun, dari Februari 2025 yang sebesar Rp1,78 triliun.

Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang menyusut yaitu impairment, turun 18,80% (yoy) dari Februari 2025 sebesar Rp604,79 miliar menjadi Rp491,11 miliar pada bulan kedua 2026.

Kemudian, laba operasional BCA mencapai Rp11,37 triliun, meningkat 2,57% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu Rp11,09 triliun. Pada saat yang sama, perseroan mencatatkan rugi non-operasional Rp32,32 miliar setelah pada Februari 2025 membukukan rugi sebesar Rp41,31 miliar.

Dari sisi intermediasi, BCA mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp953,22 triliun hingga bulan kedua 2026. Realisasi itu naik 5,84% (yoy) dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp900,65 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp1.227,76 triliun, meningkat 9,85% (yoy) dari Februari 2025 yang senilai Rp1.117,67 triliun. Pertumbuhan DPK pada Februari 2026 utamanya didorong oleh pertumbuhan dana murah sebesar 13,02% (yoy) menjadi Rp1.041,51 triliun, dari Februari 2025 yang mencapai Rp921,50 triliun.

Pada saat yang sama, simpanan deposito BCA menyusut 5,05% (yoy) menjadi Rp186,25 triliun, dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp196,16 triliun. (rn/jh)

Must Read