BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp22 triliun sepanjang 2026. Target tersebut ditopang proyek pemerintah berbasis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), proyek BUMN, serta proyek swasta.
Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan, hingga April 2026 perusahaan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp4,5 triliun. Perusahaan masih memiliki cukup waktu untuk mengejar target tersebut.
“Tentunya kita masih punya delapan bulan ke depan, di mana target kita di tahun 2026 ini sebesar Rp 22 triliun. Insyaallah masih di dalam koridor yang menjadi target kita ke depan,” ujarnya dalam acara Earnings Call tahun buku 2025 secara daring, Selasa (7/4/2026).
Sejumlah proyek strategis telah diperoleh, antara lain pembangunan RSU Adhyaksa Daerah Khusus Jakarta senilai Rp266,5 miliar dan penanganan bencana Sumatera Utara ruas Sibolga-Barus sebesar Rp263,7 miliar.
Proyek lain mencakup jetty dan prasarana pantai Lamongan senilai Rp234 miliar. Ada juga penanganan bencana Aceh ruas Bireuen-Takengon Rp148,3 miliar serta RS PHTC Tulang Bawang senilai Rp 112,7 miliar.
Novel menyebut perusahaan akan lebih selektif dalam memilih proyek. Fokus diarahkan pada proyek berbasis APBN. “Dalam hal ini proyek-proyek Asta Cita di pemerintah menjadi fokus kita ke depan, karena semakin besar jumlahnya dan tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.
Perusahaan juga membidik proyek BUMN dan swasta. Proyek swasta akan melalui evaluasi manajemen risiko yang ketat. “Untuk proyek swasta, dalam hal ini lebih selektif dari sisi manajemen risiko yang sudah kita evaluasi dengan baik, supaya tidak mengulang permasalahan-permasalahan sebelumnya,” ucapnya.
Sepanjang 2025, PT PP mencatatkan kontrak baru sebesar Rp24,9 triliun. Pendapatan tercatat Rp16,2 triliun. “Jadi ini masih menunjukkan bagaimana dari pemberi tugas masih memberikan kepercayaan ke kita dalam menjalankan proyek-proyek ke depan,” kata Novel. (ip/jh. Foto: Dok PTPP)


