BusinessUpdate – Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pihaknya melakukan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah yang aman, lancar dan terkendali.
Menurut Heru sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI/Polri, KSOP, BPTD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan selama menghadapi arus mudik hingga arus balik.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” kata Heru dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Sejak awal periode Angkutan Lebaran 2026, ASDP telah mengantisipasi lonjakan trafik melalui strategi terukur di empat cabang utama yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.
Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis dengan dukungan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan. Selain itu, buffer zone diaktifkan dan personel diperkuat di titik-titik krusial pelabuhan.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata dalam mengatur Angkutan Lebaran pada moda transportasi penyeberangan tersebut.
Ia menyebutkan hingga 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52% dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92%. “Capaian ini mencerminkan tingginya antusias masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung peningkatan layanan. Sistem reservasi yang terintegrasi mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang lebih tertib, sekaligus menekan antrean selama periode padat.
Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4.722.213 orang, meningkat 6,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.430.006 orang. Sedangkan, total kendaraan mencapai 1.215.273 unit atau naik 8% dari 1.125.178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, ASDP berkomitmen memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan dan peningkatan standar operasional. “Komitmen ini memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian bahkan di tengah puncak mobilitas nasional,” kata Windy.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh moda transportasi baik darat, kereta api, laut, hingga udara berjalan optimal. Ia memastikan tidak terdapat kendala menonjol, baik pada arus mudik maupun arus balik tahun ini.
Capaian tersebut diperkuat berbagai hasil survei independen yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), KedaiKOPI, dan Indikator terkait penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hasil survei ITS menyebutkan indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini memperoleh nilai 82,15 (kategori baik), naik 3,45 poin dari tahun 2025.
Menurut lembaga survei KedaiKOPI, 88,8% responden merasa puas terhadap manajemen mudik yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sedangkan Indikator mencatat 85,3% di kalangan masyarakat yang melakukan mudik menyatakan kepuasannya. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)


