BusinessUpdate – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menetapkan kuota kunjungan wisatawan ke Taman Nasional (TN) Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi 365.000 per tahun atau 1.000 wisatawan per hari.
Menurut Koordinator Urusan Kehumasan, Kerjasama dan Pelayanan Perijinan Balai TN Komodo Maria Rosdalima Panggur aturan tersebut sudah mulai dijalankan pada 1 April 2026.
Penerapan aturan baru itu tujuannya untuk mengurangi tekanan yang besar terhadap ekologi yang ada di TN Komodo. Sebab, setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan di daerah itu tinggi sehingga dikhawatirkan dapat memberikan tekanan terhadap ekologi.
Ada tiga destinasi wisata di Pulau Komodo yang dibatasi pengunjungnya yakni Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Komodo. “Termasuk 23 lokasi penyelaman di sekitar pulau tersebut,” jelas Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan setiap harinya ada tiga sesi bagi wisatawan apabila hendak berkunjung ke Pulau Komodo. “Sesi pertama pukul 05.00 sampai 08.00 pagi. Sesi II pukul 08.00 sampai 11.00 siang. Dan sesi III pukul 15.00 sampai 18.00 sore. Sehingga jumlah kuota pengunjung per tahun akan mencapai 365.000 orang,” jelasnya.
BTNK mencatat jumlah kunjungan wisata di TN Komodo pada 2025 mencapai 429.509 pengunjung. Jumlah wisatawan mancanegara rata-rata mencapai 68% dibandingkan dengan jumlah wisatawan domestik.
Jumlah tersebut melampaui daya dukung daya tampung wisata di seluruh kawasan baik daratan dan perairan yaitu sebesar 366.108 pengunjung per tahun maupun berdasarkan kajian tahun 2022 sebanyak 378.870 pengunjung per tahun.
Nilai total pengunjung ini sesuai dengan daya dukung dan daya tampung merupakan kumulatif nilai daya dukung dan daya tampung wisata pada pulau besar dan wilayah perairan.
Daya dukung Pulau Komodo tahun 2018 sebanyak 187.245 orang/ tahun , Pulau Rinca sebanyak 44.165 orang, Pulau Padar sebanyak 17.885. Sedangkan daya dukung dan daya tampung wisata perairan pada 23 dive site yaitu sebanyak 116,813 pengunjung per orang.
“Peningkatan jumlah kunjungan memberikan dampak peningkatan ekonomi regional yang signifikan namun di lain sisi memberikan tekanan yang besar pada ekologi,”ujarnya.
Ia menambahkan intensitas aktivitas manusia yang tinggi dapat menyebabkan perubahan demografi dan penurunan perilaku respon kewaspadaan pada satwa komodo.
Pada wilayah perairan, justru terjadi degradasi kesehatan terumbu karang. Kemudian juga lonjakan pengunjung yang tinggi dalam waktu yang singkat tanpa diimbangi pengelolaan destinasi yang komprehensif dari aspek pengelolaan dan kebijakan menyebabkan terjadinya kelebihan turis di kawasan TN Komodo. (pa/jh. Foto: Dok. Wikipedia)


