HomeCORPORATE UPDATEBUMNPalmCo Uji Coba Serangga asal Tanzania untuk Penyerbukan Sawit

PalmCo Uji Coba Serangga asal Tanzania untuk Penyerbukan Sawit

BusinessUpdate – PTPN IV PalmCo menguji serangga penyerbuk unggul asal Tanzania, Afrika Timur, untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Ada tiga jenis spesies Elaeidobius yang terkenal di Indonesia yaitu Elaeidobius subvittatus, Elaeidobius plagiatus, dan Elaeidobius kamerunicus.

“Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui pendekatan berbasis riset. Salah satunya ditempuh PalmCo mulai menguji pemanfaatan serangga penyerbuk unggul asal Tanzania,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Program itu diimplementasikan di Kebun Marihat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sebagai lokasi percontohan. Inisiatif tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan klasik dalam budidaya sawit, terutama terkait kualitas pembentukan buah atau fruit set yang selama ini kerap tidak optimal.

Ia mengatakan, efisiensi menjadi tuntutan di tengah kompetisi industri sawit global yang semakin ketat. Pendekatan berbasis inovasi menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada metode konvensional.

“Kondisi di lapangan menunjukkan penyerbukan alami tidak selalu berjalan optimal. Faktor cuaca dan keterbatasan populasi serangga penyerbuk lokal sering berdampak pada hasil produksi,” jelas Jatmiko.

Sebelumnya perusahaan masih mengandalkan penyerbukan manual atau assisted pollination untuk menjaga produktivitas. Namun, metode tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan biaya besar dan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Dengan introduksi serangga penyerbuk dari Afrika tersebut, PTPN IV PalmCo berupaya mengembalikan proses penyerbukan ke mekanisme alami. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga stabilitas produksi secara berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya berhenti pada tahap uji coba. Kami menempatkannya sebagai proyek percontohan yang akan menjadi rujukan untuk implementasi lebih luas di berbagai wilayah perkebunan sawit di Indonesia,” tuturnya.

Jatmiko menegaskan, keberhasilan program itu akan menjadi dasar pengembangan standar operasional baru, termasuk untuk mendukung produktivitas kebun rakyat. “Inisiatif ini bukan sekadar proyek lokal, tetapi model yang diharapkan bisa direplikasi secara nasional,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Badan Karantina Indonesia, serta lembaga riset dan asosiasi pelaku industri sawit.

Melalui kolaborasi tersebut, kata Jatmiko, diharapkan inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat aspek keberlanjutan industri sawit nasional di tengah dinamika pasar global. (pa/jh. Foto: Dok. Info Sawit)

Must Read