BusinessUpdate – PT Hutama Karya (Persero) meluncurkan Command Center sebagai pusat pemantauan dan pengendalian lalu lintas terintegrasi di semua ruas tol yang dikelola perusahaan. Saat ini perseroan mengelola hampir 1.000 kilometer jalan tol yang membentang dari Aceh hingga Sumatera Selatan.
Dalam peluncuran yang dilakukan di HK Tower, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026), Hutama Karya juga melakukan re-branding aplikasi pengelolaan jalan tol yang sebelumnya bernama HK Toll menjadi Mozy.
Direktur Utama Hutama Karya Kunchoro menyampaikan, transformasi tersebut merupakan respons atas semakin luasnya jaringan jalan tol yang dikelola perusahaan, khususnya di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Dengan mengelola hampir 1.000 km jalan tol, kebutuhan akan sistem pemantauan dan pengelolaan yang lebih canggih menjadi semakin krusial. “Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat pengelolaan operasional jalan tol agar semakin terintegrasi, adaptif, dan mudah diakses,” ujar Kunchoro.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan sistem monitoring berbasis CCTV yang terintegrasi dalam Command Center. Sistem ini merupakan pengembangan dari Intelligent Traffic System (ITS) yang telah diterapkan sejak 2019. Kini, sistem ini diperbarui dengan tampilan yang lebih modern serta akses lebih mudah.
Melalui Command Center, Hutama Karya dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time, meningkatkan respons terhadap potensi gangguan, serta memperkuat aspek keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, Hutama Karya juga melakukan rebranding aplikasi digital pengelolaan jalan tol yang sebelumnya dikenal sebagai HK Toll Apps. Rebranding ini bertujuan menghadirkan identitas yang lebih sederhana dan mudah diingat masyarakat sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses layanan jalan tol.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini. Dengan demikian, layanan jalan tol tidak hanya efisien dari sisi operasional, tetapi juga ramah bagi pengguna,” jelasnya.
Transformasi digital ini juga terbukti relevan dalam menghadapi lonjakan trafik, terutama pada periode puncak seperti arus mudik dan arus balik Lebaran. Hutama Karya mencatat adanya peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah ruas JTTS, seperti Bakauheni–Palembang hingga Pekanbaru–Padang.
Meskipun sempat terjadi insiden kecelakaan di awal periode, angka fatalitas selama masa arus mudik dan balik menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa penguatan sistem pemantauan dan manajemen lalu lintas mulai memberikan dampak positif.
Meski demikian, tantangan ke depan akan semakin besar. Ruas Bakauheni hingga Medan diproyeksikan menjadi koridor dengan kepadatan trafik tinggi. Karena itu, Hutama Karya menilai perlu adanya kesiapan sejak dini dalam sistem monitoring dan pengelolaan operasional.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menjelaskan, Command Center dirancang sebagai pusat kendali terpadu yang mampu memantau seluruh aspek operasional jalan tol secara menyeluruh dan langsung, mulai dari gardu transaksi, CCTV, jaringan komunikasi, serta sistem fiber optik.
Dengan tingkat konektivitas yang tinggi, tim operasional dapat segera mendeteksi gangguan dan melakukan koordinasi cepat dengan petugas di lapangan. Hal ini memungkinkan penanganan masalah dilakukan lebih cepat sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pengguna jalan.
Dalam aspek layanan, Hutama Karya juga memanfaatkan Command Center untuk memantau standar pelayanan minimum (SPM). Setiap kerusakan di jalan tol, seperti lubang atau gangguan lainnya, dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani sesuai standar waktu yang telah ditetapkan.
Command Center juga dilengkapi teknologi Weight in Motion (WIM) yang memungkinkan deteksi kendaraan over dimension over load (ODOL) secara real-time. Data ini memberikan gambaran akurat mengenai kontribusi kendaraan berat terhadap kondisi jalan sekaligus membantu pengawasan dan penegakan aturan. (ip/jh. Foto: Dok. Hutama Karya)


