BusinessUpdate – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi investasi di Batam pada kuartal I/2026 sebesar Rp17,4 triliun, meningkat 102,85% secara tahunan (yoy).
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. “Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/4/2026).
Capaian ini menandai akselerasi kuat Batam memasuki tahun 2026, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.
Komposisi investasi menunjukkan struktur yang semakin tangguh, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.
Pertumbuhan signifikan PMDN yang mencapai 216% secara tahunan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap terjaga.
Secara sektoral, investasi didorong oleh industri mesin dan elektronik (23,65%), kimia dan farmasi (21,18%), jasa lainnya (17,70%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (13,09%). Pola ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Batam bertumpu pada sektor bernilai tambah dan penguatan ekosistem industri.
Dari sisi regional, Batam menyumbang sekitar 73,5% dari total realisasi investasi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari Rp23,8 triliun pada triwulan I ini.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa kontribusi dominan Batam terhadap investasi Kepri memiliki makna strategis. “Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Li Claudia.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan. “Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” katanya.
Dari sisi negara, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
BP Batam akan terus menjaga momentum ini melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian usaha. Ke depan, Batam tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. BP Batam)


