HomeFINANCEBankBRI Salurkan KUR Sebesar Rp12,43 Triliun di Sulses pada 2025

BRI Salurkan KUR Sebesar Rp12,43 Triliun di Sulses pada 2025

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI mendominasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2025 dengan nilai mencapai Rp12,43 triliun atau 73,86% dari total alokasi wilayah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulsel Hari Utomo mengungkapkan bahwa total realisasi KUR di Sulsel sepanjang 2025 mencapai Rp16,83 triliun yang dialokasikan kepada 283.989 debitur. Angka ini tumbuh tipis 0,35% dibandingkan 2024 sebesar Rp16,78 triliun.

Dari total penyaluran tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp12,43 triliun atau mencapai 73,86% dari seluruh penyaluran KUR Sulsel. “BRI memang selalu menjadi penyalur terbesar karena jangkauan mereka sangat luas. Namun pada 2025 cakupannya di Sulsel amat besar mencapai lebih dari 70%,” ujar Hari di Makassar, Jumat (15/5/2026).

Secara makro, DJPb Sulsel mencatat sektor pertanian masih menjadi penyerap KUR terbesar di daerah ini, yakni mencapai Rp8,46 triliun, disusul oleh perdagangan sebesar Rp5,12 triliun, sektor jasa sebesar Rp1,12 triliun, dan sektor lainnya senilai Rp2,13 triliun.

RCEO BRI Regional 15 Makassar Argo Prabowo menjelaskan bahwa portofolio penyaluran KUR BRI sebesar Rp12,43 triliun tersebut mayoritas mengalir ke sektor produksi dengan porsi mencapai 59,23%. Sementara itu, sisanya sebesar 40,77% disalurkan ke non-sektor produksi.

Pada sektor produksi, porsi terbesar tersalurkan ke pertanian mencapai Rp6,69 triliun untuk 134.657 debitur. Kemudian ke perikanan sebesar Rp357, 31 miliar untuk 7.497 debitur, dan ke industri pengolahan sebesar Rp307,14 miliar untuk 6.478 debitur.

Sedangkan pada non sektor produksi, BRI menyalurkannya paling besar ke perdagangan sebesar Rp2,96 triliun untuk 64.384 debitur dan jasa sebesar Rp2,11 triliun untuk 43.007 debitur. “Pada 2025, penyaluran KUR BRI didominasi oleh KUR mikro, sementara sektor yang paling banyak mendapat porsi KUR adalah pertanian,” kata Argo.

Kendati demikian, BRI mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan klasik di lapangan. Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar Iwan Suprianto membeberkan dua tantangan utama dalam akselerasi KUR di Sulsel, yakni masalah literasi keuangan dan kendala geografis.

Tantangan pertama berakar pada masih minimnya kesadaran transaksi masyarakat, yang berimbas pada buruknya catatan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK akibat jeratan pinjaman online (pinjol).

“Ketika SLIK-nya bermasalah karena pinjaman online yang kini hampir semua terdaftar di OJK, itu menjadi tantangan pertama buat kami untuk meloloskan kredit,” kata Iwan.

Tantangan kedua adalah kondisi geografis Sulsel yang memiliki banyak wilayah kepulauan terpencil tanpa akses kantor kas konvensional. Iwan mencontohkan salah satu wilayah di Kepulauan Selayar yang membutuhkan waktu tempuh hingga 8 jam.

Untuk menyiasati batasan geografis tersebut, BRI mengandalkan optimalisasi jaringan keagenan dan strategi jemput bola (On The Spot/OTS).

“Kami mengatasi hal tersebut dengan menempatkan Agen BRILink di sana. Petugas kami juga diminta turun melakukan OTS ke pulau-pulau tersebut pada periode tertentu untuk memproses kredit. Sementara untuk penyetoran dan transaksi harian, masyarakat bisa memanfaatkan Agen BRILink tanpa harus ke kantor cabang,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. BRI)

Must Read