BusinessUpdate – Sejak masuk ke Indonesia pada 2020, jaringan gerai es krim dan teh asal China, Mixue, mencatatkan ekspansi bisnis yang masif melalui skema kemitraan. Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga lokal membuka gerai Mixue di sejumlah wilayah Nusantara. Bahkan Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi Mixue di kawasan Asia Tenggara.
Ekspansi agresif ini tidak hanya memperkuat penetrasi pasar mereka, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional di tengah pemulihan ekonomi.
Head of Public Relations Mixue Southeast Asia Region, Alexs B, mengungkapkan bahwa ekosistem bisnis yang mereka bangun saat ini telah menyerap belasan ribu tenaga kerja secara langsung.
“Saat ini, gerai-gerai Mixue di Indonesia secara langsung menyediakan sekitar 12.800 posisi pekerjaan, dengan lebih dari 96 persen tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal,” ujar Alexs dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).
Di luar penyerapan tenaga kerja di dalam gerai, model bisnis Mixue turut menciptakan multiplier effect (efek domino) ekonomi melalui ekosistem rantai pasok lokal yang mereka bangun. Rantai pasok ini mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam negeri, mulai dari industri pengolahan bahan baku, logistik antarkota, jasa konstruksi dan renovasi gerai, hingga produksi kemasan serta material operasional.
Aktivitas ekonomi yang bergerak di sepanjang rantai pasok tersebut diklaim berhasil membuka puluhan ribu peluang kerja baru di sektor-sektor terkait. Lihat Foto Ilustrasi es krim Mixue. “Aktivitas ekonomi yang tercipta dari rantai pasok ini secara tidak langsung mendukung lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan tambahan,” kata Alexs.
Meski jumlah gerai tumbuh menjamur dalam waktu relatif singkat, manajemen mengeklaim kinerja operasional kemitraan mereka berada dalam kondisi yang sehat. Dukungan ekosistem diklaim membuat tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) para mitra berada di atas rata-rata industri sejenis.
Kehadiran model bisnis ini dinilai memberi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi skala mikro dan kecil di daerah, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk mulai berwirausaha. Melalui pendekatan yang berbasis pada komunitas, Mixue berambisi untuk tidak sekadar dikenal sebagai jaringan minuman terbesar, melainkan juga sebagai penanam modal asing dengan reputasi sosial yang kuat.
“Melalui pendekatan yang dekat dengan komunitas, Mixue terus berupaya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus tumbuh bersama Indonesia,” tutup Alexs. (ip/jh. Foto: Do. Mixue)


