HomeECONOMICPenggunaan Komponen Lokal Belum Optimal, Luhut Ancam Direktur Pertamina

Penggunaan Komponen Lokal Belum Optimal, Luhut Ancam Direktur Pertamina

BusinessUpdate – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan kesal mengetahui realisasi belanja atau rata-rata penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PT Pertamina (Persero) kurang optimal. 

Ia mengatakan Pertamina belum mengoptimalkan belanja pipa dari industri dalam negeri sehingga anggaran belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang tersisa sekitar Rp1.200 triliun belum terserap optimal pada kuartal akhir tahun ini. 

“Pertamina itu paling banyak masalah pipa itu, saya bilang sama si Nicke [Dirut Pertamina], Nicke kau jangan macam-macam kau saya bilang sama dia, pokoknya pakai barang dalam negeri,” kata Luhut saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/12/2022). 

Menurut Luhut, Pertamina sering mengubah harmonized system atau HS Code saat pengadaan barang yang sering kali lolos dari ketentuan TKDN. Pemerintah telah memberi teguran keras kepada direksi Pertamina untuk mengoptimalkan belanja barang dan jasa di dalam negeri. 

“Jangan kalian karang-karang, kami sudah tahu itu loh kadang kadang HS Code diubah-ubah supaya anu saya bilang kau jangan macam-macam, kita tidak bego-bego amat kok paham itu,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis anggaran belanja pada APBN Tahun Anggaran 2022 yang masih tersisa sekitar Rp1.200 triliun akan terserap hingga akhir tahun atau pada kuartal IV/2022. 

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya menyampaikan bahwa pola belanja pemerintah secara historis biasanya akan terakselerasi di akhir tahun. 

“Belanja sampai akhir September masih ada alokasi Rp1.200 triliun, tapi sebagai gambaran, data historis menunjukkan transaksi di 3 bulan terakhir trennya selalu berkisar antara Rp900 triliun hingga Rp970 triliun. Ini 5 tahun terakhir datanya,” katanya saat media briefing November lalu. (jh)

Must Read