BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat produksi listrik pada kuartal I/2026 sebesar 1.370 gigawatt-hour (GWh), meningkat 15,22% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan peningkatan itu menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan pada awal tahun. “Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).
Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW), terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.
Melalui pengelolaan sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE berperan penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Berkat pencapaian itu, PGE baru-baru ini meraih ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion untuk kategori Infrastructure pada Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.
Adapun penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga bersama Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.
Ahmad mengatakan penghargaan itu menjadi apresiasi atas konsistensi PGE dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
Penerapan tersebut mencakup penguatan tata kelola, pengelolaan lingkungan, penerapan aspek keselamatan kerja, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja panas bumi.
“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan,” ujar Ahmad.
Dalam ajang ESG Leadership Award 2026, PGE berhasil menjadi yang terbaik dari sembilan perusahaan kandidat di sektor infrastruktur yang masuk dalam cakupan penilaian.
Capaian itu, semakin memperkuat posisi PGE sebagai perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia yang berkomitmen mendorong pengembangan panas bumi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi PGE dalam membangun fundamental bisnis yang sehat, dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, tata kelola, dan pengelolaan risiko ke dalam strategi perusahaan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Fransetya. (ip/jh. Foto: Dok. PGE)


