BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatat pengangkutan batu bara mencapai 335.415 metrik ton (MT) sepanjang semester I/2026. Batu bara itu didistribusikan ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa, Sumatera, dan Papua untuk mendukung pasokan energi primer sektor ketenagalistrikan.
Layanan angkutan batu bara menjadi salah satu lini bisnis logistik komersial PELNI. Ketepatan waktu distribusi dinilai penting untuk menjaga operasional PLTU agar pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri tetap terjaga.
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan, pengembangan layanan logistik berbasis transportasi laut menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan untuk mendukung distribusi berbagai komoditas strategis nasional.
“Selain melayani transportasi penumpang, PELNI terus mengembangkan layanan logistik sebagai salah satu pilar bisnis perusahaan,” kata Budi dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, melalui layanan usaha barang komersial, PELNI berkomitmen menghadirkan distribusi logistik yang aman, tepat waktu, dan andal guna mendukung kebutuhan berbagai sektor strategis nasional, termasuk pasokan energi bagi pembangkit listrik.
Selama semester I/2026, PELNI menjaga tingkat ketepatan waktu pengiriman (on time delivery) dengan menerapkan prinsip safety first dan zero accident di seluruh aktivitas operasional. Kinerja tersebut turut mendorong lonjakan volume pengangkutan batu bara sebesar 505,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik maritim yang disediakan perseroan. Menurutnya, capaian itu juga mempertegas peran PELNI sebagai mitra strategis dalam mendukung distribusi berbagai komoditas penting di Indonesia. “Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim,” tambahnya.
Budi mengatakan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional.
“Kami optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional, mendukung ketahanan energi, serta memperkuat peran transportasi laut sebagai tulang punggung distribusi logistik di Indonesia,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. PELNI)


