BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai menyiapkan peremajaan armada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dengan mengganti 84 rangkaian lama yang dinilai sudah tidak sesuai dengan standar pelayanan transportasi modern.
Adapun, penggantian dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga beberapa tahun ke depan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan keandalan layanan bagi jutaan penumpang KRL setiap hari.
“Kami dalam proses melakukan replacement terhadap kereta-kereta lama. Saat ini masih ada 84 rangkaian yang usianya sudah tua dan selama ini hanya terus kami lakukan upgrade,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, dikutip dari Kompas, Kamis (9/7/2026).
Menurut Bobby, sebagian armada yang masih beroperasi menggunakan teknologi reostatik yang sudah tertinggal dibandingkan teknologi terbaru. Sistem tersebut membuat akselerasi kereta terasa kurang halus sehingga mengurangi kenyamanan penumpang.
“Bayangkan, sekarang kita masih memiliki kereta dengan sistem reostatik. Saat mulai berjalan terasa menghentak dan tidak sehalus kereta generasi baru,” ujarnya.
Ia menegaskan, modernisasi armada menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas transportasi publik nasional. Kualitas transportasi massal mencerminkan tingkat kemajuan sebuah negara sehingga Indonesia perlu terus mengejar standar layanan negara-negara maju.
“Transportasi massal adalah cerminan peradaban sebuah bangsa. Kalau kita melihat Jepang maupun China, transportasi publik mereka menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Indonesia juga harus menuju ke sana seiring target menjadi negara maju pada 2045,” ujarnya.
Saat ini, KAI bersama KAI Commuter telah mulai mengoperasikan 18 rangkaian KRL baru sebagai pengganti armada lama. Seluruh rangkaian seri TM6000 yang dinilai sudah tidak lagi memberikan kenyamanan optimal juga telah dihentikan operasinya.
Selain mengganti armada, KAI juga terus melakukan berbagai penyempurnaan fasilitas di dalam kereta, mulai dari peningkatan sistem pendingin udara hingga pemasangan perangkat pemantau kualitas udara untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Program peremajaan akan dilakukan secara bertahap. Sebanyak sembilan rangkaian baru dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini untuk menggantikan armada lama. Selanjutnya, delapan rangkaian tambahan akan didatangkan pada tahun berikutnya, kemudian dilanjutkan dengan 32 rangkaian baru pada tahap berikutnya hingga seluruh 84 armada lama dipensiunkan.
Peremajaan tidak hanya dilakukan di wilayah Jabodetabek. KAI juga menyiapkan penggantian armada KRL di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Daop 8 Surabaya seiring program elektrifikasi jalur yang tengah berjalan.
“Kereta-kereta tua ini akan kami pensiunkan secara bertahap. Seluruh penggantinya menggunakan teknologi yang lebih modern dengan sistem keselamatan terbaru karena bagi kami aspek safety tidak bisa ditawar,” tututp Bobby. (rn/jh)


