BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperoleh kontrak untuk proyek pembangunan Tower 4 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya senilai Rp151,9 miliar. Proyek tersebut ditargetkan masa pelaksanaannya selama 365 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari kalender.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, memastikan perseroan akan terus menghadirkan karya konstruksi terbaik, yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
“Kamu berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Proyek pembangunan Tower 4 ITS ini menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang modern guna mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ujar Joko dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Perseroan memiliki rekam jejak kuat dalam pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi di Indonesia, di antaranya pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur di Surabaya dengan konsep twin tower terintegrasi dan skybridge sepanjang 22 meter.
Kemudian, pembangunan kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II di Kota Batu yang mencakup fasilitas akademik, asrama mahasiswa, hingga penerapan panel surya sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, perseroan berkontribusi dalam pembangunan berbagai fasilitas diantaranya kampus Universitas Negeri Malang, Kampus B Universitas Airlangga Surabaya, serta proyek Twin Tower Universitas Diponegoro Semarang.
Melalui pengalaman dan kapabilitas, perseroan optimistis proyek Tower 4 ITS dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, inovasi konstruksi, serta prinsip keberlanjutan.
Joko mengatakan pembangunan Tower 4 ITS sejalan dengan agenda pemerataan pendidikan nasional, khususnya dalam menghadirkan fasilitas pendidikan berkualitas yang mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran, riset, dan inovasi.
“Kehadiran infrastruktur pendidikan yang memadai diharapkan dapat memperkuat daya saing generasi muda Indonesia serta memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Joko.
Selain itu, proyek turut mendukung implementasi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pendidikan nasional, serta mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (ip/jh. Foto: Dok. ITS)


