BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia Persero memastikan pasokan dan distribusi pupuk bagi petani di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan setelah kawasan tersebut dilanda gempa pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa susulan masih berdampak terhadap infrastruktur di sejumlah wilayah NTT. Pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB, gempa susulan menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di Wae Gongger dan Jembatan Wae Dampak, Kabupaten Manggarai Timur.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi memastikan pasokan dan distribusi pupuk di NTT tetap berjalan karena perseroan memiliki infrastruktur di wilayah Flores yang masih beroperasi untuk mendukung distribusi pupuk.
“Untuk pasokan pupuk kami jamin dan kami pastikan tetap berjalan dengan baik, kami memiliki infrastruktur di sana yang berjalan,” ujar Rahmad saat konferensi pers Svarna Bhumi Award 2026 di Gedung MetroTV, Jakarta Barat, Jumat (21/8/2026) malam.
Ia mengatakan, fokus utama saat ini ialah memastikan masyarakat, terutama keluarga yang terdampak gempa, dapat kembali menjalankan aktivitas sehari hari. “Tapi saya rasa yang paling penting hari ini adalah memastikan keluarga yang di sana bisa kembali beraktivitas normal seperti sebelumnya,” tambahnya. Rahmad menyampaikan duka atas bencana yang terjadi di NTT, terutama bagi masyarakat Pulau Flores yang terdampak.
Pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi nasional sepanjang 2026 sebanyak 9.845.686 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,55 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian. Sementara 295.686 ton dialokasikan untuk sektor perikanan. Rahmad enggan merinci persentase pupuk subsidi dan nonsubsidi yang telah disalurkan ke NTT.
Pupuk Indonesia terus memperkuat dukungan terhadap ketahanan pangan. Salah satunya melalui regenerasi sektor pertanian dan pangan lewat Svarna Bhumi Award 2026. Ajang tersebut menjadi wadah apresiasi bagi penggerak pangan yang menghadirkan inovasi dan dampak nyata. Program ini juga ditujukan untuk mendorong lebih banyak kontribusi bagi sektor pangan.
Rahmad mengatakan, peran Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk. Keberlanjutan sektor pertanian juga menjadi perhatian. Hal tersebut membutuhkan ekosistem yang kuat dan inovatif, serta generasi penerus yang mampu menghadapi perkembangan sektor pangan.
“Melalui Svarna Bhumi Award 2026, kami ingin mengangkat kontribusi para pahlawan pangan sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa pertanian memiliki peluang dan masa depan yang besar. Semakin kuat ekosistem dan regenerasinya, semakin kuat pula fondasi ketahanan pangan Indonesia,” lanjutnya.
Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023, Svarna Bhumi Award 2026 diselenggarakan Pupuk Indonesia bersama BenihBaik.com dan Kick Andy MetroTV. Ajang tersebut mengambil tema “Pengabdian untuk Ketahanan Pangan Negeri.” Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi petani, wirausaha, akademisi, inovator, hingga komunitas dalam memperkuat ketahanan pangan. Keragaman kontribusi juga terlihat dari penghargaan tahun ini.
Andy F. Noya, salah satu juri Svarna Bhumi Award 2026, mengapresiasi konsistensi Pupuk Indonesia dalam memberikan penghargaan kepada para penggerak pangan. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada lima Pahlawan Pangan, satu penerima Special Achievement, dan satu penerima Satya Pangan Loka sebagai pahlawan pangan pilihan masyarakat.
Jumlah finalis dari kalangan generasi muda dan akademisi juga meningkat. Mereka membawa sejumlah inovasi di sektor pertanian. Ke depan, Pupuk Indonesia akan memperluas kolaborasi lintas sektor untuk mendorong lebih banyak inovasi dan memperkuat peran generasi penerus di sektor pertanian. (pa/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)


