HomeCSRBank Sinar Mas Luncurkan Program Tanam dan Adopsi Pohon Berkelanjutan

Bank Sinar Mas Luncurkan Program Tanam dan Adopsi Pohon Berkelanjutan

BusinessUpdate – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) meluncurkan program Tanam dan Adopsi Pohon di dua wilayah, yakni Desa Taro, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, serta Desa Sukajaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Berbeda dengan program penanaman pohon yang hanya berfokus pada aktivitas penanaman, Bank Sinarmas menyebut program ini dirancang dengan pendekatan keberlanjutan. Konsep adopsi pohon mencakup dukungan pendanaan dan pemeliharaan setelah penanaman agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada penanaman pohon.

“Melalui Tanam dan Adopsi Pohon, kami ingin memastikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga pohon tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Frenky dalam siaran pers, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mendukung rehabilitasi ekologis sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dan mendorong ketahanan pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.

Implementasi Tanam dan Adopsi Pohon dilakukan dengan pendekatan agroforestri. Pendekatan ini memadukan tanaman kayu yang memiliki fungsi ekologis dengan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi, seperti kopi dan buah-buahan.

Dengan pola tersebut, penanaman pohon tidak hanya diarahkan untuk pemulihan ekosistem. Tanaman produktif juga diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat di sekitar lokasi untuk memperoleh sumber penghasilan dari hasil tanaman.

Dari sisi lingkungan, pendekatan agroforestri diharapkan dapat membantu mencegah erosi, menjaga siklus air, menyerap emisi karbon, serta mengembalikan keanekaragaman hayati. Sementara dari sisi ekonomi, tanaman produktif seperti kopi dan buah-buahan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang terlibat dalam program.

Frenky mengatakan, program tersebut memang dirancang untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. “Program ini untuk mendukung rehabilitasi ekologis, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Selain pemilihan tanaman dan pemeliharaan pohon, program tersebut juga memanfaatkan sumber daya lokal melalui teknologi Konsorsium Mikroorganisme Lokal (MOL). Media tanam dan pupuk yang digunakan berasal dari pengolahan limbah peternakan serta sampah organik yang tersedia di sekitar lokasi.

Pemanfaatan limbah tersebut diarahkan untuk mengubah material yang sebelumnya menjadi buangan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna. Pada saat yang sama, pendekatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Prinsip ini mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien serta meminimalkan limbah melalui pengolahan dan pemanfaatan kembali. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penerapan ekonomi sirkular diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat kemandirian masyarakat.

Dengan demikian, program Tanam dan Adopsi Pohon tidak hanya menempatkan pohon sebagai objek penanaman, tetapi juga menghubungkan pemulihan lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.

Bank Sinarmas menyatakan inisiatif Tanam dan Adopsi Pohon juga merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program tersebut disebut sejalan dengan penerapan prinsip keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Melalui program ini, Bank Sinarmas berharap manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Pemeliharaan pohon setelah penanaman menjadi bagian dari konsep adopsi yang ditujukan untuk menjaga keberlanjutan program.

Bank Sinarmas menyatakan program tersebut mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui kegiatan penanaman, pemeliharaan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pemberdayaan masyarakat. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Sinar Mas)

Must Read