HomeFINANCEBankCIMB Niaga Targetkan Kredit UKM Tumbuh Hingga 8 Persen pada 2026

CIMB Niaga Targetkan Kredit UKM Tumbuh Hingga 8 Persen pada 2026

BusinessUpdate – PT Bank CIMB Niaga Tbk optimistis dapat meningkatkan penyaluran kredit pada segmen usaha kecil dan menengan (UKM) hingga akhir 2026 meski menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan kredit perbankan.

Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan pertumbuhan kredit UKM di industri perbankan masih relatif terbatas. Namun, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen tersebut. Berdasarkan data OJK, pertumbuhan kredit UKM di pasar masih bergerak lambat. Meski demikian, kredit UKM CIMB Niaga hingga Juni 2026 masih tumbuh 2,3% secara tahunan (yoy).

“Memang market-nya juga kelihatannya slow, tapi kita terus berusaha yang terbaik. UKM ini segmen penting untuk menumbuhkan GDP Indonesia,” ujar Tony di sela-sela acara peluncuran CIMB Preferred BOSS (Business Owner Smart Solutions) dalam ajang CIMB Niaga Wealth Xpo 2026, Rabu (26/8/2028).

Menurutnya, berbagai stimulus yang diberikan pemerintah turut membantu mendorong perkembangan sektor UKM. Dari sisi perbankan, CIMB Niaga juga terus menyiapkan program pembiayaan serta menawarkan suku bunga yang kompetitif untuk mempercepat pertumbuhan kredit.

“Salah satu tantangan UKM kan suku bunga. Dengan suku bunga yang kompetitif diharapkan pertumbuhan loan bisa lebih cepat,” katanya. Dengan strategi tersebut, CIMB Niaga menargetkan kredit UKM dapat tumbuh 7%-8% hingga akhir tahun.

Perseroan akan menggenjot penyaluran kredit pada semester II/2026 melalui berbagai program yang ditawarkan kepada nasabah. Saat ini, total kredit UKM CIMB Niaga mencapai sekitar Rp27 triliun. Tony memperkirakan portofolio tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp28 triliun-Rp28,5 triliun pada akhir tahun.

Dari sisi kualitas kredit, Tony memastikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pada segmen UKM masih terjaga. Saat ini, NPL UKM CIMB Niaga berada di bawah 4%. Perseroan juga menargetkan rasio NPL segmen UKM dapat dipertahankan di bawah 3% melalui seleksi debitur yang lebih prudent.

Menurut Tony, menjaga kualitas kredit menjadi hal penting di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Meski melakukan seleksi terhadap calon debitur, perbankan tetap perlu memberikan dukungan melalui solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Dari sisi sektor usaha, Tony melihat perdagangan dan manufaktur skala kecil masih menjadi sektor yang memiliki prospek pertumbuhan. Menurutnya, sebagian besar pelaku UKM bergerak pada sektor perdagangan seperti toko dan ritel, serta manufaktur dengan skala yang lebih kecil.

Tony menambahkan, cakupan jaringan CIMB Niaga dari Sumatera hingga Papua menjadi salah satu faktor yang mendukung diversifikasi pertumbuhan bisnis UKM perseroan. Terkait tren perbankan yang semakin selektif dalam menyalurkan kredit, Tony mengatakan CIMB Niaga tetap melayani berbagai segmen nasabah, mulai dari individu, UKM, commercial banking hingga corporate banking.

Perseroan tidak membatasi segmen tertentu, tetapi memastikan nasabah yang memperoleh pembiayaan memiliki kebutuhan dan prospek usaha yang jelas. (pa/jh. Foto: Dok. CIMB Niaga)

Must Read