BusinessUpdate – Hingga Juli 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp2,01 triliun atau meningkat 12,27% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,79 triliun.
Dalam laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, pendapatan bunga BTN mencapai Rp16,36 triliun, turun 18,00% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp19,96 triliun.
Pada saat yang sama, perseroan berhasil menekan beban bunga sebesar 23,07% yoy menjadi Rp8,26 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BTN mencapai Rp8,09 triliun, turun 12,10% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp9,21 triliun.
Hingga Juli 2026, BTN berhasil menekan beban operasional lainnya ke posisi Rp5,52 triliun, turun signifikan 20,57% yoy dari Rp6,95 triliun pada Juli 2025. Salah satu komponen beban operasional nonbunga yang menyusut yakni impairment sebesar 54,48% yoy menjadi Rp1,38 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp3,03 triliun.
Adapun perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp2,57 triliun, naik 13,97% yoy dari posisi Juli 2025 senilai Rp2,26 triliun. Sebaliknya, BTN mencatatkan rugi non operasional sebesar Rp74,62 miliar setelah pada periode yang sama tahun lalu membukukan rugi Rp38,45 miliar.
Dari sisi fungsi intermediasi, bank tersebut mencatatkan penyaluran kredit bank only sebesar Rp359,67 triliun, tumbuh 9,80% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp327,58 triliun. Total aset perseroan tumbuh 2,43% yoy menjadi Rp492,70 triliun.
Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BTN mencapai Rp391,32 triliun, menurun 2,37% yoy dari posisi Juli 2025 sebesar Rp400,82 triliun. Penurunan DPK pada periode ini disebabkan oleh menyusutnya simpanan giro dan tabungan yang masing-masing turun 11,83% dan 12,70% yoy menjadi Rp137,06 triliun dan Rp38,53 triliun. Sementara itu, simpanan deposito BTN tumbuh 7,20% yoy dari Juli 2025 sebesar Rp201,22 triliun menjadi Rp215,71 triliun pada Juli 2026. (rn/jh. Foto: Dok. BTN)


