HomeECONOMICPerusahaan Asal China Bikin Kantor Pusat di KEK Industropolis Batang

Perusahaan Asal China Bikin Kantor Pusat di KEK Industropolis Batang

BusinessUpdate – PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, menyampaikan komitmen investasi sebesar Rp4 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut direncanakan menjadi kantor pusat perusahaan di Indonesia.

Investasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan industri yang mendukung ekosistem otomotif di kawasan tersebut. Rencana pengembangan dilakukan di atas lahan sekitar 40 hektar dengan potensi penyerapan sekitar 4.000 tenaga kerja.

Investasi Yosun juga berorientasi pada pasar ekspor. Komitmen investasi tersebut disampaikan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia Weng Jisheng mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.

“Indonesia memiliki potensi yang besar dan posisi yang penting dalam pengembangan bisnis kami. Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor,” ujar Weng dalam siaran pers, Minggu (30/8/2026).

Komitmen Yosun menjadi salah satu investasi yang muncul dari rangkaian penjajakan dalam CJIBF 2026. Forum tersebut diikuti sekitar 400 peserta dan menghasilkan 74 pertemuan dari 36 pelaku usaha yang akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi. Dari rangkaian penjajakan tersebut, CJIBF 2026 mencatat potensi investasi sebesar Rp19,07 triliun bagi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha. “Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, investasi yang masuk diharapkan memberikan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga terbukanya peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.

Sementara itu, KEK Industropolis Batang merupakan kawasan industri terintegrasi yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Kawasan tersebut mengintegrasikan fungsi industri, logistik, komersial, hunian, serta fasilitas pendukung dalam satu kawasan.

Pengembangan KEK Industropolis Batang mencakup tiga tema utama, yaitu manufaktur, logistik, dan pariwisata. Dari sisi produk kawasan, KEK Industropolis Batang menyediakan Industrial Land, Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP) atau Standard Factory Building, Modern Warehouse, Commercial Land, Commercial Space, serta Residential.

Dari sisi konektivitas, kawasan memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Trans-Jawa dan terhubung dengan jalur nasional Pantura. Kawasan juga didukung akses kereta api dan fasilitas pelabuhan untuk menunjang kegiatan logistik dan mobilitas industri. Adapun utilitas yang tersedia meliputi air bersih, pengolahan air limbah, listrik, gas, dan jaringan telekomunikasi.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Angga Brahmana S mengatakan pengembangan kawasan diarahkan untuk menjawab kebutuhan investor yang semakin beragam.

“Bagi kami, investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha,” tutur Angga.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai produk dan fasilitas di kawasan agar dapat menjawab kebutuhan investor dari berbagai sektor dan skala usaha. (ip/jh. Foto: Dok. KEK Industropolis Batang)

Must Read