BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatat hingga akhir Triwulan II/2026, kredit dan pembiayaan BRI mencapai Rp1.646 triliun atau tumbuh 16,2% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut menjadi salah satu penopang kinerja perseroan di tengah upaya menjaga kualitas aset.
Hingga akhir Juni 2026, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau meningkat 11,7% yoy, dengan ekspansi kredit menjadi kontributor utama pertumbuhan. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan ekspansi kredit akan tetap diarahkan pada penguatan bisnis inti perseroan, terutama segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kredit kepada segmen UMKM dalam periode ini mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Porsi tersebut setara dengan 75,1% dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.
“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Hery dalam konferensi persnya, Senin (31/8/2026).
Meski tetap memperkuat sektor mikro, BRI juga melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan melalui penguatan segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan bisnis baru. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi, sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis perseroan.
Dari sisi kualitas kredit, ekspansi pembiayaan BRI berjalan seiring dengan perbaikan indikator risiko. Rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI turun dari 3,0% pada Triwulan II/2025 menjadi 2,9% pada Triwulan II/2026. Sementara Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.
Selain menjaga kualitas aset, BRI juga memperkuat penyaluran kredit berbasis pemberdayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.
Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah. Hery menilai pendekatan pembiayaan dan pemberdayaan menjadi bagian dari strategi BRI untuk memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha debitur. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)


