BusinessUpdate – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mencatat 6,29 juta jam kerja selamat sampai Agustus 2026. Capaian itu terdiri dari 1,79 juta jam kerja pekerja dan 4,49 juta jam kerja mitra kerja. Perseroan juga mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,00 serta zero fatal accident.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis mengatakan, meski mencatatkan kinerja keselamatan, perusahaan terus memperkuat pengendalian risiko untuk mencegah terjadinya kecelakaan besar (major accident) dalam kegiatan operasional.
Pencegahan major accident membutuhkan komitmen seluruh pekerja, tidak hanya fungsi health, safety, security and environment (HSSE). “Pencegahan major accident dimulai dari kepemimpinan yang konsisten dalam menempatkan keselamatan sebagai bagian dari setiap keputusan dan aktivitas operasional. Selain sistem dan prosedur yang baik, setiap pekerja harus memiliki kompetensi, kepedulian, serta keberanian untuk mengidentifikasi dan mengendalikan risiko,” ujar John dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, budaya keselamatan perlu diterapkan dalam setiap aktivitas operasional, termasuk dengan mendorong pekerja untuk mengenali dan mengendalikan potensi bahaya sebelum berkembang menjadi insiden.
Pertamina NRE memperkuat penerapan tiga Golden Rules Pertamina, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli. Ketiga prinsip tersebut mendorong pekerja untuk mematuhi prosedur keselamatan, berani menghentikan atau melakukan intervensi ketika menemukan kondisi tidak aman, serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan rekan kerja dan lingkungan.
Penguatan budaya HSSE tersebut dilakukan melalui Grand HSSE Meeting Subholding Power & New Renewable Energy (SH PNRE) 2026 yang digelar di PT Jawa Satu Power (JSP), Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Management Walkthrough (MWT) di area operasi JSP.
Dalam kegiatan itu, manajemen meninjau penerapan standar keselamatan dan pengendalian risiko sekaligus mengidentifikasi potensi unsafe action dan unsafe condition di lapangan. Adapun JSP merupakan salah satu aset dalam portofolio Pertamina NRE yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas terpasang 1.760 megawatt (MW).
PLTGU Jawa-1 terdiri dari dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 880 MW. Pembangkit tersebut terintegrasi dengan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), jaringan transmisi 500 kilovolt (kV), serta gardu induk Gas Insulated 500 kV.
John menegaskan, capaian jam kerja selamat dan tidak adanya kecelakaan fatal menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengendalian risiko. “Melalui penguatan kepemimpinan, disiplin operasional, dan budaya keselamatan di seluruh lini, kami terus berkomitmen mewujudkan zero major accident serta membangun budaya HSSE yang konsisten dan berkelanjutan,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina)


