HomeCORPORATE UPDATEBUMSGrup Djarum Incar Peluang Bisnis dari Program Internet Rakyat

Grup Djarum Incar Peluang Bisnis dari Program Internet Rakyat

BusinessUpdate – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat peluang bisnis dari adanya program Internet Rakyat (IRA) yaitu internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G di frekuensi 1,4 GHz dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Direktur TOWR Indra Gunawan mengatakan pengembangan teknologi FWA dapat meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi, termasuk menara dan jaringan fiber optik yang menjadi bagian dari bisnis perusahaan infrastruktur telekomunikasi Grup Djarum ini.

Fixed Wireless Access yang diberikan pemerintah, baik kepada Surge (WIFI) maupun para merek lainnya, itu mengharuskan mereka menggunakan fiber optik sebagai backbone-nya, sebagai transmisinya. Menjadi kelebihan kita juga karena kita memiliki tower dan memiliki fiber,” ujar Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Oleh karena itu ia berharap pengembangan teknologi FWA dapat mendorong penetrasi layanan internet yang lebih luas, sehingga memberikan manfaat bagi perseroan maupun seluruh lapiran masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, pemerintah telah mencetuskan program Internet Rakyat (IRA) yang dioperasikan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama selaku anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, yang juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Semoga mereka juga bisa melakukan penetrasi yang positif. Sehingga akan memberikan benefit kepada kita semua, baik kepada TOWR maupun masyarakat. Jadi, kita melihat masih banyak room to growth konteksnya industri ini,” ujar Indra.

Ke depan, perseroan juga melihat peluang dari pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi, sehingga kedua peluang itu diperkirakan dapat mendorong peningkatan kebutuhan menara dan jaringan kabel optik yang menjadi bisnis utama perseroan.

Saat ini TOWR memiliki sekitar 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang sekitar 182.559 kilometer (km), serta memiliki infrastruktur pendukung seperti VSAT dan kabel bawah laut.

Adapun, jumlah tenant menara TOWR mencapai 61.038 dengan tenancy ratio 1,65 kali. Perseroan juga menyediakan layanan Fiber-to-the-Tower, Fiber-to-the-Home dengan sekitar 1,86 juta homepass, serta solusi konektivitas dengan 28.153 aktivasi di berbagai daerah di Indonesia.

Dari sisi kinerja, TOWR membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada semester I/2026, meningkat 12,7% secara tahunan (yoy). EBITDA perseroan tercatat senilai Rp5,58 triliun atau tumbuh 4,8% yoy pada semester I/2026, sedangkan laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun, meningkat 12,4 % yoy.

Kemudian, perseroan mencatatkan pendapatan kontraktual jangka panjang lebih dari Rp100 triliun hingga 2045, atau setara sekitar 9 kali pendapatan perseroan pada 2025. Di tengah ekspansi bisnis, perseroan menyatakan tetap menjaga disiplin modal dan fleksibilitas keuangan. TOWR mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah 4 kali serta biaya bunga sekitar 5,55% sepanjang 2026. (ip/jh)

Must Read